Suka Duka Hermin Menjadi Kader JKN-KIS

  • Whatsapp
Suka Duka Hermin Menjadi Kader JKN-KIS

Suka Duka Hermin Menjadi Kader JKN-KIS

Kader JKN-KIS adalah salah satu mitra BPJS Kesehatan dalam rangka memberikan kemudahan layanan kepada peserta. Hermin (47) adalah salah satu Kader JKN yang telah bertugas sejak akhir tahun 2016 dan telah merasakan banyak manfaat dari keikutsertaanya.

Bacaan Lainnya

Kepada Jamkesnews, Hermin menuturkan bahwa selama menjadi Kader JKN-KIS, banyak
pengalaman tersendiri bagi Hermin yang ia jadikan sebagai semangat dalam menjalani
aktivitas sehari-hari. “Ada suka dan duka saat turun di lapangan bertemu dengan peserta, namun yang menggembirakan adalah ketika peserta dapat memahami akan informasi yang disampaikan
dan bersedia untuk melunasi tunggakannya, di situlah saya merasakan keberhasilan
perjuangan saya sebagai Kader JKN,” ungkap Hermin, Jumat, 23 Juli 2021.

Hermin juga menuturkan bahwa selain ada suka, ada juga duka yang dirasakan ketika
bertemu dengan peserta yang tidak mengerti akan kewajibannya untuk membayar iuran dan
kurang paham akan manfaat Program JKN-KIS. “Terkadang peserta juga marah ketika kami kunjungi. Namun berkat pendekatan kekeluargaan yang saya terapkan, akhirnya mau membayar dan bahkan saat itu anaknya juga meminta maaf akan perlakuan orang tuanya, yang sebenarnya mereka itu bukan marah kepada kami tetapi belum mengerti akan kewajibannya dan manfaat dari kepesertaan JKN-
KIS ini,” tutur Hermin.

Ia juga mengatakan bahwa sebelum mengunjungi langsung peserta, Hermin terlebih dahulu
melapor ke Kantor Kelurahan didampingi oleh RT/RW setempat. Ia tidak hanya fokus pada penagihan tunggakan saja melainkan juga mengingatkan ke peserta untuk rutin membayar
iuran, memberikan sosialisasi dan bahkan menerima keluhan dari peserta. “Beberapa dari peserta itu kurang paham akan kewajibannya dan manfaat dari kepesertaannya, sehingga setelah kami memberikan informasi, mereka berupaya untuk melunasi tunggakan dan akan rutin membayar iuran. Mebanyakan dari mereka mengajak satu
sama lain, keluarga ataupun tetangga rumahnya untuk rutin membayar iuran. Mereka juga
memberikan jempol sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan kami mengunjungi mereka,”
kata Hermin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *