Proyek Anjungan Cempae ‘Bunuh’ Simbiosis Mutualisme

  • Whatsapp
Proyek Anjungan Cempae 'Bunuh' Simbiosis Mutualisme
Anggota WALHI Sulsel, Mira Janna

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Proyek Anjungan Cempae ternyata juga masih akan berlanjut dengan rencana pembangunan gedung disekitar lokasi proyek, yang akan berdampak pada terjadinya penggusuran warga di sekitar lokasi kegiatan. Hal itu terungkap dalam jumpa pers yang dilaksanakan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan secara virtual, Selasa, 31 Agustus 202I. ” Iya, ada rencana pembangunan gedung yang berdampak penggusuran besar-besaran. Termasuk aktivitas para pedagang ikan yang didominasi kaum perempaun. Proyek ini membunuh simbiosis mutualisme, dimana perempuan mengambil ikan ke nelayan selama ini akan hilang. Dan berdampak pada ekonomi masyarakat yang akan hilang,”ujar salah satu anggota WALHI Sulsel, Mira Janna.

Dari hasil investigasi pada proyek Anjungan Cempae, tidak ada dampak positif yang akana dirasakan masyarakat pesisir pantai yang notabene berprofesi sebagai nelayan. “Potensi penggusuran setelah mencuatnya isu pembangunan ditempat tinggal depan lokasi reklamasi. Keindahan sarana publik akan mengancam terjadinya penggusuran. Ruang penjual ikan terancam, dimana para penjual yang bertahun-tahun berjual dilokasi tersebut. Dulunya penjual menjual ikannya dilokasi reklamasi,”jelasnya.

Bacaan Lainnya

Maka berdasarkan hasil temuan itu, lanjut Mira Janna, WALHI Sulsel menyatakan sikap meminta untuk segera melakukan penghentian atas proyek reklamasi tersebut.” Meminta penghentian kegiatan reklamasi karena proses pembentukan UKL-UPL tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Meminta kepada Pengamanan dan Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk dilakukan audit lingkungan akibat terjadinya pencemaran. Dan kontraktor harus bertanggungjawab terhadap pencemaran yang terjadi disekitar lokasi reklamasi,”tegasnya.(ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *