Lonjakan Harga Tabung Melon Resahkan Warga Polman, Diskoperindag: Permainan Pengecer

  • Whatsapp
Lonjakan Harga Tabung Melon Resahkan Warga Polman, Diskoperindag: Permainan Pengecer

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Dalam beberapa bulan terakhir, harga tukar tabung gas melon (LPG) 3 kg di sejumlah wilayah di Kabupaten Polman melambung hingga mencapai Rp 27-30 ribu pertabung yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain harganya yang melonjak hingga dua kali lipat dari HET yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp 18.500 per tabung, stoknya di pasaran pun mulai langka.

Seperti halnya yang dialami warga di Desa Tonyaman Kecamatan Binuang. Seorang ibu rumah tangga, Lina yang hendak menukar tabung disalah satu pengecer tabung dan menukar tabung gas dengan harga Rp27 ribu, padahal awalnya harga tabung itu hanya sekitar Rp25 ribu pertabung. “Dulunya itu harga tabung diwilayah Desa Tonyaman harganya hanya Rp25 ribu, namun seminggu kemudian nilai tukarnya tiba-tiba naik menjadi Rp27 ribu. Bahkan ada Rp30 ribu,”jelasnya, Selasa 24 Agustus, siang tadi.

Bacaan Lainnya

Ibu rumah tangga ini mengaku heran, terlebih Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) sekarang sudah berada di wilayah Polman. ” Kenapa bisa mahal, justru setelah ada SPBE di Polman,”ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun Parepos.co.od, kondisi itu bukan hanya di wilayah Kecamatan akan tetapi juga terjadi di Kecamatan Polewali, Balanipa hingga Tutar. Nilai jualnya juga bervariasi, dari Rp 28-30 ribu pertabung. “Sudah lama ini mahal harga tabung, bahkan sudah mau sebulan lebih, harga itu tidak pernah berubah dari Rp 25 ribu malah naik menjadi Rp 28 ribu. Ini kami masyarakat kecil sudah susah, apalagi ditengah masa pandemi sekarang. Harusnya pemerintah memperhatikan ini,”kata Syukur warga lingkungan Dharma, Kecamatan Polewali, terpisah.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan koperasi dan UKM (Disperindagkop) Polman, Andi Chandra Sigit mengaku mahalnya nilai tukar tabung melon LPG 3 kg itu akibat permainan pedagang ditingkat pengecer. Sehingga, kata Chandra, agak sulit ditertibkan sebab pengecer ini tidak memiliki izin jual. “Kami agak susah tertibkan sebab kalau dilihat situasi saat ini masalah mahalnya harga tabung LPG 3 kg itu ada di tingkat pengecer.  Bahkan dari temuan kami, tabung melon saat ini dari pengecer kepengecer sehingga mereka mainkan harga karena masing-masing mau untung. HET terbaru itu sudah ditetapkan yakni Rp 18.500 pertabung,”jelasnya.

Dia pun mengimbau pangkalan untuk dapat ikut berperan aktif dalam menyikapi kondisi ini.” Saya meminta kepada semua agen dan pangkalan yang beroperasi di Polman agar supaya ikut memantau kondisi tersebut,”tutup Andi Chandra Sigit.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *