Jadi Peserta JKN-KIS, Berobat tak Keluar Biaya

  • Whatsapp
Jadi Peserta JKN-KIS, Berobat tak Keluar Biaya

Jadi Peserta JKN-KIS, Berobat tak Keluar Biaya

Rahmawati (51) adalah salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang sadar akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Pada Rabu, 4 Agustus, Rahmawati datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengalihkan kepesertaan dirinya dan keluarga menjadi peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa disebut dengan segmen peserta mandiri.

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya, saya dan keluarga telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, dengan segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU), namun karena suami saya sudah tidak bekerja lagi di perusahaan, maka kepesertaan JKN-KIS kami tidak aktif lagi. Karena inilah, saya datang ke Kantor BPJS Kesehatan untuk mengalihkannya menjadi peserta mandiri, karena kepesertaan JKN-KIS sangat penting bagi kami,” ungkap Rahmawati.

Menurutnya, mepesertaan JKN-KIS sangat penting sebab selain untuk memberikan jaminan kesehatan, menjadi peserta JKN KIS juga merupakan salah satu syarat untuk kelengkapan administrasi perkuliahan anak mereka, sehingga ketika statusnya tidak aktif, maka ia segera melapor ke Kantor BPJS Kesehatan.

Rahmawati juga menuturkan, bahwa keluarganya telah merasakan manfaat dari kepesertaannya, yaitu ketika memeriksakan kesehatan di Puskesmas. Pelayanan yang diberikan, menurut Rahmawati juga sangat baik dan ramah, serta tanpa biaya tambahan lagi yang harus dikeluarkan.

“Syukur alhamdulillah, kami sekeluarga senantiasa diberi kesehatan, sehingga kartu JKN-KIS tidak pernah digunakan untuk rawat inap di rumah sakit. Namun, pernah satu kali kami gunakan di Puskesmas, Pada saat itu, suami saya demam dan saya kemudian membawanya berobat ke Puskesmas dan suami saya pun langsung diperiksa oleh dokter dan pelayanan yang diberikan juga sangat ramah, berbeda saat sebelum adanya program ini, kita masih bayar administrasi, ketika ambil obat juga membayar. Sedangkan sekarang, mulai dari pendaftaran sampai dengan kita menerima obat, tidak ada yang dibayar sama sekali,” tutur Rahmawati.

Di akhir perbincangan, Ia juga mengungkapkan harapannya agar BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan dapat senantiasa memberikan kemudahan layanan kepada peserta JKN-KIS.

“Kami berharap ke depan kami bisa rutin membayar iuran, dan juga kami berharap, BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan dapat terus memberikan kemudahan layanan kepada peserta JKN-KIS, serta yang terpenting, kami sekeluarga senantiasa diberi kesehatan,” ucapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *