Bangun Covid Center, dr Siti Nadia: Dibarengi Ketersediaan Nakes, Sarpras dan Operasional

  • Whatsapp
Bangun Covid Center, dr Siti Nadia: Dibarengi Ketersediaan Nakes, Sarpras dan Operasional
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemkes RI , dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Pemerintah Kota Parepare, rencananya akan membangun Covid Center sebagai tempat khusus untuk pelayanan pasien Covid-19 dan penyakit infeksi lainnya. Covid center rencananya dibangun di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau dengan anggaran kurang lebih Rp17 miliar.

Menyikapi rencana itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid kepada Parepos.co.id, Senin, 29 Agustus 2021 usai mengikuti diskusi BBC Media Action, Satgas COVID-19, FJPP, dan Dewan Pers yang bertajuk “Peran Pers Dalam Perubahan Perilaku Masyarakat di Era Vaksinasi Covid-19”  mengapresiasi rencana tersebut.

Bacaan Lainnya

Rencana itu, kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemkes RI,
tentunya sebuah inovasi dari pemerintah daerah. Akan tetapi tentunya sesuai kebutuhan daerahnya. Dan kiranya rencana menghadirkan gedung Covid Center juga dilakukan dengan kajian, dengan melibatkan berbagai pihak.” Ini salah satu inisiatif yang baik,” katanya.

Namun, lanjut dr Siti Nadia Tarmizi, inisiatif tersebut diiringi dengan ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai, sarana dan prasaran (sarpras) dan juga operasional memadai juga.

Sebelumnya, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe menyebut, pembangunan Covid Center awalnya direncanakan usai melihat adanya penurunan pelayanan kesehatan di RSUD Andi Makkasau bagi masyarakat umum.

Itu karena adanya rasa ketakutan dan kekhawatiran terjangkiti Covid-19 apabila pasien umum bercampur dengan pasien korona. “Memang itu ide murni dari saya, setelah saya melihat ada keprihatinan penanganan pelayanan kesehatan di Kota Parepare ini. Apalagi, setelah ditunjukkan RSAM sebagai RS Rujukan pasien Covid,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Taufan Pawe berinisiasi untuk memisahkan antara pasien umum dengan pasien Covid-19 di tempat yang berbeda. “Kalau seperti itu kita pisahkan. Bahkan awalnya saya mau pisahkan antara pasien covid dirawat di RSUD Andi Makkasau, dan pasien umum di RS Regional dr Hasri Ainun Habibie. Tapi itu tidak efektif. Dan Alhamdulillah setelah kita mendapatkan DID, saya alokasikan ke sana untuk membangun Covid Center yang merupakan RS yang khusus menangani pasien covid dengan sistem terintegrasi,” ujar Taufan.

Selain itu, di dalam gedung Covid Center nantinya ada beberapa fasilitas. Antaranya, ada kamar operasi untuk pasien Covid, ICU Covid, ada juga untuk pasien anak-anak NiCU dan lain lain yang memakai sistem efafilter. “Di dalam gedung covid center kemungkinan tidak ada lagi penularan covid. Karena semua udara yang keluar sudah menyaring virus bakteri dan dihembuskan keluar dengan sistem ramah lingkungan dan memang ini membutuhkan biaya yang besar,” ungkapnya.

Direktur RSUD Andi Makkasau, Renny Anggraeny Sari menambahkan pembangunan Covid Center akan mulai dilakukan dalam waktu dekat. “Sementara dalam proses lelang , tahun ini akan dikerjakan , sekitar pertengahan September kemungkinan ,”tandasnya. (ade)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *