Tingkatkan Literasi, Cegah Hoaks dari Lingkaran Terkecil

  • Whatsapp
Tingkatkan Literasi, Cegah Hoaks dari Lingkaran Terkecil

PAREPOS.CO.ID,SINJAI– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 7 Juli 2021 di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Mengenal dan Menangkal Hoaks”. Kegiatan kali ini diikuti oleh 822 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari editor Republika.co.id sekaligus pimpinan Itemplate.id & Digitative.id Andi Nuraminah, pembawa acara sekaligus penyiar radio Metha Margaretha, Komisioner Komisi Informasi Sehat Fauziah Erwin, serta dosen Universitas Fajar Makassar Silahuddin Genda. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Rachman Pratama selaku jurnalis dan naravlog. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Bacaan Lainnya

Pemateri pertama adalah Andi Nuraminah yang membawakan tema “Digital Skills”. Nur Aminah mengingatkan, apapun yang disampaikan atau diunggah ke internet (berita, gambar, maupun video) sudah menjadi informasi digital. Selain informasi digital, ada pula yang disebut jejak digital, yang meliputi situs yang ditelusuri, surel yang dikirimkan, maupun informasi yang diunggah ke media sosial. “Usahakan tidak membuat kiriman yang suatu saat bisa menjadi bumerang bagi kita,” pesan dia.

Berikutnya, Metha Margaretha menyampaikan materi berjudul “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Berita Hoaks”. Metha mengatakan, kelompok pengguna yang paling banyak terpapar hoaks adalah usia di atas 35 tahun atau imigran digital. “Ada tiga jurus tangkal berita bohong, yaitu cek judul, cek sumber berita, dan cek isi berita,” katanya. Sebagai pemateri ketiga, Fauziah Erwin membawakan tema tentang “Menyampaikan Pendapat di Media Sosial dan Hak Publik untuk Tahu”. Fauziah menyampaikan, maraknya jejaring sosial di internet berimplikasi pada semakin kuatnya arus kebebasan berpendapat. Bahkan, orang cenderung agresif di internet karena anonimitas. “Anonimitas membuat orang melepas beban moral sehingga ia bisa lebih terbuka sekaligus berani dalam berpendapat,” terangnya mengutip Maria Konnikova.

Adapun Silahuddin Genda sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Mengenal dan Menangkal Hoaks”. Silahuddin menerangkan, internet yang digunakan secara positif akan memberikan dampak positif juga, di antaranya bisa terhubung dengan teman lama dan keluarga, media penyebaran informasi, hingga mengembangkan keterampilan. “Internet juga bisa menjadi ajang promosi dan bisnis,” imbuhnya. Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Sigit Hermansyah, bertanya tentang bagaimana memutus rantai hoaks yang menyebar dari satu grup ke grup lain dalam aplikasi WhatsApp. Menjawab pertanyaan tersebut, Nur Aminah menegaskan, “Kita harus punya kemauan untuk membaca apapun informasi yang kita terima, jangan asal baca judul lalu dibagikan,”imbuhnya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *