Presiden Jokowi Bandrol Bolot dengan Harga Rp 80 Juta

  • Whatsapp
Presiden Jokowi Bandrol Bolot dengan Harga Rp 80 Juta

PAREPOS.CO.ID, POLMAN– Dari 35 ekor sapi kurban Presiden Joko Widodo pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi yang jatuh pada, Selasa , 20 Juli 2021. Presiden dua periode itu melalui Kementrian Pertanian (Kementan) juga memiliki satu ekor sapi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Sapi jumbo milik Marsudi Hadi warga Dusun Pendukuan, Desa Sumberjo yang diberi nama ‘Bolot’. Bolot diketahui berumur 4 tahun dengan berat 1.008 kg yang dibandrol dengan harga Rp 80 juta oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Kementerian Pertanian.

Bacaan Lainnya

Bolot merupakan jenis sapi jumbo. Pembelian sapi milik petani di Kabupaten Polman, dan merupakan yang kelima kalinya Presiden membeli di Kabupaten Polman. Dan kurban tahun ini, akan dibagikan di Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Polman.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar, Kaharuddin menyebutkan Presiden Jokowi ini sudah kelima kalinnya membeli sapi kurban di Kabupaten Polewali Mandar. Hal ini menurutnya merupakan salah satu prestasi, serta memotivasi para peternak untuk lebih giat lagi berternak sapi.
“Sapi Jumbo itu sudah di beli oleh Presiden Joko Widodo dan rencananya akan dikurbankan di Kecamatan Campalagian tepatnya di Desa Bonde. Pembayarannya pun ditransfer langsung melalui rekening pemilik sapi. Pemerintah daerah tentu merasa bangga dan senang atas kepercayaan bapak presiden membeli sapi kurban di Polman,”jelasnya.

Untuk memastikan kesehatan sapi kurban dari bapak Presiden Jokowi, Tim Dokter hewan dari Dinas Pertanian turun memeriksa kesehatan Bolot sebelum dikurbankan. ” Tim Dokter Hewan turun memeriksa sapi itu baik dari fisiknya, suhu pernafasanya, gigi, mata, dan pemeriksaan penyakit lainnya. Secara umum harus dilihat fisiknya sehat tidak, kakinya harus sempurna tidak boleh ada cacat, cacat bawaan, tidak kurus, mata harus jernih , pemeriksaan fisik ini menunjukkan hasil normal dan layak dikurbankan,”bebernya.

Kepala UPTD Kesehatan Hewan Wonomulyo, drh Isnaniah membenarkan hal itu. Sesuai perintah dari pemerintah pusat, dua pekan lalu kami sudah melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui sapi tidak memilik penyakit menular dan hasilnya pun negatif. Setelah itu, kata Isnaniah, pihaknya akan menerbitkan surat di Dinas Pertanian semacam surat kesiapan hewan yang menyatakan bahwa calon hewan kurban tersebut layak dan sehat dikurbankan.

Sementara itu, pemilik sapi kurban Mursadi merasa senang dan bahagia. Pasalnya, sapi yang dipelihara kurang lebih 4 tahun dibeli oleh orang nomor satu di Indonesia. Mursadi mengaku memelihara bolot selama ini dengan baik, setiap hari dimandikan, memberi makan satu hari satu malam 4 kali pun diatur dari jam 6, jam 1, jam 5 dan jam 8 malam. Terkait alasan sapi dinamakan Bolot, karena sapi tersebut kalau tidak mandi akan mengeluarkan lemak, dimana dalam bahasa Jawa Bolot itu Lemak jadi harus dimandikan menggunakan sabun.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *