Periksa Fakta, Kemampuan Dasar Agar tak jadi Korban Hoaks

  • Whatsapp
Periksa Fakta, Kemampuan Dasar Agar tak jadi Korban Hoaks

PAREPOS CO.ID,PALOPO– Sebanyak 1.105 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada, 16 Juli 2021 di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Adapun tema kali ini adalah “Mengenal dan Menangkal Hoaks”. Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pemeriksa fakta Mafindo, Muhammad Khairil Haesy; pembawa acara TV dan penyiar radio, Metha Margaretha, Ratnawati dari Balai Bahasa Sulawesi Selatan, serta ibu rumah tangga yang juga PNS, Zakiya Moh. Baserewan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Shinta selaku jurnalis.

Bacaan Lainnya

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang. Pemateri pertama adalah Muhammad Khairil Haesy yang membawakan tema “Digital Skill: Informasi Digital, Identitas Digital, dan Jejak Digital dalam Media Sosial”. Ia menegaskan bahwa identitas digital harus dijaga agar tidak disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Dunia ini sedang bermigrasi dari ranah analog ke digital. Rekam jejak digital sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, bahkan sampai keperluan profesional atau karier,” ungkapnya.

Berikutnya, Metha Margaretha menyampaikan materi berjudul “Mengenal Hoaks: Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Berita Hoaks”. Metha menyampaikan, hoaks perlu diwaspadai karena menimbulkan kecemasan dan kepanikan publik. Hoaks biasanya disebarkan lewat media sosial. “Tiga jurus tangkal hoaks, yaitu periksa judul, sumber berita, dan cermati isi beritanya,” pesan Metha.

Sebagai pemateri ketiga, Ratnawati membawakan tema“Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital: Cara, Aturan, dan Dampaknya”.Menurut Ratnawati, pepatah lama “mulutmu harimaumu” di era digital berubah menjadi “jarimu harimaumu”. Artinya, pendapat yang disampaikan dengan bahasa kasar justru berpotensi memunculkan kasus, di antaranya pengancaman, fitnah, atau perbuatan tidak menyenangkan. “Jari dan mulut sama-sama perlu dijaga dalam dunia digital ketika kita mau berpendapat,” ucapnya.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Zakiya Moh. Baserewan menyampaikan tema “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Ia mengatakan, internet bisa mendekatkan yang jauh, namun juga dapat menjauhkan yang dekat. “Selain itu, ada pula risiko berinternet seperti perundungan dan penguntitan. Oleh karena itu, warganet perlu menerapkan perilaku internet sehat,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, acara dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta, Findonta Sembiring, bertanya tentang cara menyikapi berita bohong yang sengaja disebar untuk menjatuhkan lawan. Khairil menanggapi, saat menerima berita dan kita tidak yakin kebenarannya, sebaiknya tidak perlu disebarkan. “Jika kita mengetahui fakta sesungguhnya, kita bisa memberi tahu orang tersebut, meskipun akhirnya dia tidak langsung menerima. Ya kita konsisten saja,” jawabnya. Dalam webinar tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *