Penuhi Konten Positif Berbahasa yang Baik dan Benar untuk Singkirkan Unggahan Negatif

  • Whatsapp
Penuhi Konten Positif Berbahasa yang Baik dan Benar untuk Singkirkan Unggahan Negatif

PAREPOS.CO.ID, POHUWATO– Rangkaian Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber Kreasi bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar kegiatan diskusi virtual pada Kamis, 1 Juli 2021. Kolaborasi ketiga lembaga tersebut dikhususkan pada penyelenggaraan Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Dalam webinar yang digelar di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mengambil tema “Aman dan Nyaman Bermedia Sosial”. Hadir 687 peserta dan empat orang pembicara, yaitu Ajeng Mawaddah Puyo selaku Presenter Televisi, Arfan Dalanggo S.P M.Si selaku Redaktur Eksekutif Ligo.id, Eko Widianto selaku Pemimpin Redaksi Terahkota.id sekaligus Trainer GNI, serta Suhandri Lariwu selaku Founder dan CEO Kaki Gatot Production. Sedangkan moderator acara ini dibawakan oleh Febriani Stevani yang merupakan seorang Communication Consultant.

Bacaan Lainnya

Eko Widianto tampil sebagai pembicara pertama materi tentang keterampilan digital bertajuk “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”. Menurut dia, di era digital ini, semua orang memiliki fungsi yang sama sebagai pembuat, penyebar, serta pengguna informasi atau konten. Hal ini jauh berbeda di masa sebelumnya, dimana pembuat informasi lebih banyak dikelola oleh media massa baik berupa televisi, koran, maupun radio. Dengan adanya kesempatan bagi semua orang dalam membuat konten, maka isilah kolam digital dengan informasi yang positif. “Buatlah konten yang menarik misalnya tentang proses edukasi, jangan sampai kalah dengan konten negatif untuk kepentingan macam-macam,” ujarnya.

Materi kedua disampaikan oleh Suhandri Lariwu dengan paparan etika digital bertema “Bebas namun Terbatas di Media Sosial”. Ia menjelaskan, pemahaman tentang etiket harus dimiliki ketika seseorang berkecimpung di internet. Etiket dapat diartikan sebagai tata cata individu dalam berinteraksi dengan pihak atau kelompok masyarakat lainnya. Berbeda dengan etika yang merupakan norma atau aturan yang tertulis, etiket hanyalah merupakan kesepakatan yang berlaku dan tidak tertulis. Beberapa contoh etiket yang berlaku di media sosial antara lain, menuliskan konten dengan ejaan yang benar dan kalimat yang sopan, hindari penggunaan huruf kapital pada seluruh huruf tulisan, hargai hak privasi orang lain, serta gunakan BCC atau blind carbon copy ketimbang CC atau carbon copy ketika mengirimkan surat elektronik (email) untuk menghindari terbacanya alamat email orang lain.

Selanjutnya, Ajeng Mawaddah Puyo sebagai pembicara ketiga, memaparkan tentang kultur digital dengan tema “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”. Menurutnya, penggunaan bahasa yang sembarang berpotensi membuat pihak lain salah penafsiran, bahkan berpotensi masuk ke ranah hukum. Pemakaian bahasa Indonesia yang baik diukur dengan konteks sosial dan budaya setempat. Bahasa atau kata yang baik belum tentu baik di daerah atau kelompok lain. “Penggunaan bahasa yang baik dan benar bisa menunjukkan karakter dan kualitas seseorang, oleh sebab itu untuk membangun personal branding Anda di media sosial, maka perbaikilah tata bahasa,” ucapnya.

Pemateri keempat, Arfan Dalanggo, memaparkan tentang keamanan digital dengan tema “Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Era Digital”. Ia mengatakan, dampak negatif jika warganet kurang pandai dalam mengelola jejak digital, antara lain rusaknya hubungan personal, mengganggu reputasi, serta terancam persoalan hukum. “Konten yang baik memberikan rekam jejak yang positif, bahkan bisa mendorong peningkatan karier seseorang,” tuturnya. Peserta seminar digital di Pohuwato kali ini cukup antusias mengikuti acara hingga selesai. Sejumlah pertanyaan muncul di kolom komentar, di antaranya dari Agustin Aribowo yang bertanya kiat membatasi akses media sosial agar tetap aman bagi anak-anak. Menjawab pertanyaan tersebut, Eko Widianto menjelaskan, meskipun sejumlah platform kini telah dilengkapi dengan perangkat atau tools khusus untuk anak-anak, namun lebih efektif justru dilakukan pendekatan dari orang tua. Sebagai bentuk apresiasi, panitia seminar menyediakan 10 voucher dengan nilai masing-masing Rp 100.000 yang akan diberikan kepada 10 penanya terbaik.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif dari para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *