Pembicara di Webinar IDI, Wali Kota Parepare: Perkuat Kearifan Lokal

  • Whatsapp
Pembicara di Webinar IDI, Wali Kota Parepare: Perkuat Kearifan Lokal
Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe SH MH

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Wali Kota Parepare dua periode, Dr HM Taufan Pawe SH MH didapuk sebagai pembicara dalam Webinar Forkom IDI Cabang Wilayah/Perhimpunan se-Indonesia, Minggu, 25 Juli, malam melalui virtual. Webinar Nasional yang mengusung tema “Gerakan Dokter Semesta Melawan Covid-19, Antara Wacana dan Realita”. Wali Kota menyampaikan visi dalam penanganan Covid-19 di Kota Parepare, apalagi baru-baru meraih ‘Best Overall’ di ajang Indonesia Visionary Leader 2021. Wali Kota berbicara tentang peran Pemda dalam Manajemen Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dan Kesejahteraannya dalam Melawan Covid-19. Ia pun menjadi satu-satunya kepala daerah di Indonesia yang diundang menjadi pembicara dalam webinar nasional ini.

Gerakan Dokter Semesta ini melibatkan sekitar 200 ribu dokter baik umum maupun spesialis se-Indonesia. Para pembicara dalam webinar yang akan digelar Minggu, 25 Juli 2021, pukul 19.35 Wita melalui aplikasi zoom meeting, antara lain Ketua MKKI, Prof. Dr. dr. David S. Perdanakusuma, Ketua MKEK, Dr. Pukovisa Prawiroharjo, Wali Kota Parepare, Dr. H.M Taufan Pawe dan Plt Kepala Badan PPSDM Kemenkes RI, Dr. Kirana Pritasari.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe dalam pemaparannya mengatakan, merasa bangga dan terhormat diundang sebagai pembicara dalam webinar tersebut. “Forum ini sangat bernilai sekali untuk bangsa dan negara, apalagi di situasi pandemi Covid-19, saat ini,” kata Taufan Pawe. Wali Kota pun menjelaskan, negera harus hadir di tengah situasi saat ini, termasuk simbol-simbol negara di daerah. “Nakes tidak bisa berjalan sendiri, negara harus hadir sebagai garda terdepan. Apalagi negera kita adalah kepulauan yang terdiri dari 514 kabupaten/kota ditambah 34 provinsi.

Sehingga harus ditangani secara harus ditangani secara extraordinary,” katanya. “Penanganan di semua daerah, perkuatan kearifan lokal, pemerintah pusat secara linier mengendepakan otonomi daerah,” tambah Taufan Pawe. Wali Kota juga mengungkapkan, selain memberikan perlindungan terhadap rakyat Parepare, juga memberikan perlindungan terhadap para nakes sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Parepare. “Pemerintah harus hadir memberikan perlindungan kepada para nakesnya, sehingga di Parepare kami tidak pernah mengabaikan hak-haka para nekes kita. Kesejahterannya tidak boleh terganggu,” jelasnya.

Pelayanan kesehatan, kata Taufan, adalah hak dasar masyarakat. “Bagaimana kita sebagai kepala daerah memiliki terobosan dalam memberikan kenyamanan bagi pasien maupun tenaga kesehatan kami. Sehingga pemerintah daerah memperkuat eksistensi, dan kepala daerah melahirkan terobosan dan inovasi dalam pelayanan kesehatan, terutama masa pandemi Covid-19 ini,” katanya. Di akhir pemaparannya, Wali Kota menyampaikan bahwa masalah Covid-19 masih sulit diprediksi akan berakhir. “Persoalan Covid-19 susah diprediksi kapan berakhir, sehingga dibutuhkan bahu membahu dalam penanganannya. Sehingga tahun ini, saya menghadirkan Covid Centre yang berada di luar dari area rumah sakit. Covid Centre ini, kita upayakan bisa dioperasikan pada Desember ini. Apalagi Covid Centre menggunakan tekonologi yang memadai, sistem hepafilter dan terintegrasi,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *