Menangkap Peluang dari Tren Bisnis Online

  • Whatsapp
Menangkap Peluang dari Tren Bisnis Online

PAREPOS.CO.ID,GORONTALO– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 23 Juli 2021 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Sejahtera Lewat Dunia Digital”.

Program kali ini menghadirkan 731 peserta dari berbagai kalangan serta empat narasumber yang terdiri dari Direktur Eksekutif ASPPUK Nasional Emmy Astuti, pemengaruh dan notaris Ana Supriyana Abdul Hamid, marketing entrepreneur Anggraini, serta praktisi dan konsultan hukum dan media Ramli Bagy. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Arie Mega dari Katadata. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Bacaan Lainnya

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Emmy Astuti yang membawakan tema “Peran Literasi Digital di Dunia Marketplace”. Mengutip Douglas A.J Belshaw, Emmy menyebut ada 8 elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital: kultural, kognitif, konstruktif, komunikatif, percaya diri, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Emmy juga memberikan tips memulai bisnis daring, yaitu riset kebutuhan pasar hingga promosi yang bisa diberikan.

Berikutnya, Ana Supriyana Abdul Hamid menyampaikan materi berjudul “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Online”. Menurut dia, tren belanja daring di masa pandemi meningkat. Etika yang harus diperhatikan dalam bisnis daring, diantaranya kepercayaan, pelayanan, dan kualitas produk. “Hati-hati jika Anda menjual barang, tetapi tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada foto. Ini dapat dikategorikan pelanggaran terhadap hak konsumen dalam UU Perlindungan Konsumen,” katanya.

Sebagai pemateri ketiga,  Anggraini membawakan tema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Agar tidak tergoda terus berbelanja, Anggraini menyarankan membeli barang berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. “Selain itu, pegang prinsip “hemat pangkal kaya” dan atur alokasi keuangan untuk belanja, menabung, serta investasi,” pesannya.

Adapun pemateri terakhir, Ramli Bagy, menyampaikan tema “Hak Cipta Digital: Pilar Keamanan Digital, Perlindungan Hak Cipta Ranah Digital”. Ia mengatakan, kemajuan teknologi digital membuat karya digital seperti e-book dan mp3 menjadi mudah diakses. Sayangnya, kemudahan tersebut dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak sehingga pelanggaran hak cipta menjadi marak. “Apabila pelanggaran tersebut tidak ditangani, dapat memberikan dampak negatif bagi industri maupun pencipta,” kata Ramli.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta, Irne, bertanya tentang bisnis seperti apa yang bisa dikembangkan pelajar seperti dia dengan modal minim. Ana Supriyana menanggapi bahwa sebagai pelajar, bisa memulai bisnis daring dengan menjadi dropshipper atau reseller dengan target orang-orang sekitar seperti teman atau kerabat terlebih dahulu.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *