Literasi Digital Sulawesi 2021, Konten Kreatif dan Positif yang Membuat Warganet Tergerak

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021, Konten Kreatif dan Positif yang Membuat Warganet Tergerak

PAREPOS.CO.ID, BONE BOLANGO– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 1 Juli 2021 di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”.

Program kali ini menghadirkan 818 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Pemred Mojok.Co Agung Purwandono, Founder Jelajah Sultra Sumarlin, Jurnalis Debby Hariyanti Mano, dan Kepala UPT TIK Universitas Negeri Gorontalo Salahudin Olii. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Ariemega selaku Peneliti dari Katadata. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Bacaan Lainnya

Pemateri pertama adalah Agung Purwandono yang membawakan tema “Digital Skill – Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”. Kemunculan media sosial menguak kecenderungan orang untuk berbagi identitas, kuliah di mana, kerja apa. Selain berbagi identitas, media sosial jadi ruang bercakap dan berbagi apapun yang diinginkan pemilik akun, menunjukkan eksistensi, relationship, dan reputasi. Agung, dalam presentasinya, membeberkan manfaat dan kelemahan media sosial. “Ketika kita tahu perilaku masyarakat, apa yang disukai, kita bisa membuat konten yang sekiranya itu memberikan daya tarik dan bahkan membuat orang tergerak,” katanya.

Berikutnya, Sumarlin menyampaikan materi berjudul “Bebas Namun Terbatas Berekspresi di Media Sosial”. Ia mengingatkan pengguna internet agar memanfaatkan media sosial sesuai kebutuhan. Dia pun memberikan tips agar aman dalam bermedia sosial, seperti menghindari informasi detail pribadi, jangan bagikan informasi keluarga, jangan mengumbar masalah pribadi, foto barang-barang mewah, hindari komentar kasar. “Dan jangan sebar foto-foto yang tidak pantas maupun hoaks,” pesan Sumarlin.

Sebagai pemateri ketiga, Debby Herianti Mano membawakan tema tentang “Berbahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”. Penggunaan bahasa yang campur-campur sering kita temui di media sosial. Misalnya, menggunakan bahasa berbagai daerah, atau percampuran dengan bahasa asing, bahkan muncul istilah bahasa ‘Anak Jaksel’. Menurutnya, fenomena bahasa campur ini adalah resiko dari kontak bahasa. “Dari fenomena ini kita tidak menyadari bahwa sebenarnya arah kebahasaan kita sudah mengalami pergeseran. Tapi, karena itu masih ada di dalam forum nonformal, maka sah-sah saja,” tutur Debby.

Adapun Salahudin Olii, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Digital Safety: Kenali dan Pahami Rekam Jejak Era Digital”. Salahudin dalam presentasinya menyampaikan apa itu jejak digital dan mengapa perlu menjaga jejak digital. Ia juga menjelaskan tentang bagaimana cara menjaga jejak digital. ”Orang di manapun bisa terlacak, tidak bisa menghindar,” pungkasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Salah satu pertanyaannya, “Adakah hal-hal yang harus dipahami dari aspek hukum untuk menjaga etika sehingga semua pengguna media sosial bisa aman dan nyaman?” tanya Wahyu Widodo kepada Agung Purwandono. Menjawab pertanyaan tersebut, Agung menyampaikan, “Kita tidak perlu menjadi ahli hukum atau orang yang hafal semua pasal, tapi hal-hal yang sekiranya penting, terutama UU ITE Pasal 28, kita bisa memahami. Bahwa ketika kita menyinggung orang lain dalam konteks menyerang, merendahkan, mengejek, kita paham akan ada risiko hukum disana,” jawabnya.

Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *