Lindungi Data Pribadi Saat Bertransaksi Digital 

  • Whatsapp
Lindungi Data Pribadi Saat Bertransaksi Digital 

PAREPOS.CO.ID,BULUKUMBA– Sebanyak 1.225 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada hari ini (24/7) di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun pembahasan tema kali adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”.

 

Bacaan Lainnya

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Telkom University, Clara Novita Anggraini; anggota Japelidi, Andi Fauziah Astrid; pegiat Yayasan Ruang Antara, Ayu Adriyani; dan pemengaruh (influencer), Fadillah Resky Pratiwi. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah pembawa acara TV, Nina Izwan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Clara Novita Anggraini yang membawakan tema “Digital Skill Dompet Digital”. Ia mengatakan, kehadiran lokapasar dan dompet digital seringkali mendorong masyarakat belanja tanpa disadari. “Untuk itu, tentukan pilihan dompet digital sesuai kegunaan dan kebutuhan yang diprioritaskan,” imbuhnya.

Berikutnya, Fadillah Resky Pratiwi menyampaikan materi berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Dia mengingatkan agar tidak menggunakan WiFi gratis di ruang publik untuk transaksi keuangan. “Gunakan kuota internet pribadi untuk mencegah risiko pencurian data pribadi. Di samping itu, periksa transaksi m-Banking dan SMS Banking secara berkala,” pesannya.

Sebagai pemateri ketiga, Andi Fauziah Astrid membawakan tema berjudul “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Dia membagikan tips mengamankan akun untuk bertransaksi digital dengan dua langkah verifikasi atau menggunakan program Webroot Filtering Extension sebagai pendeteksi. “Jika mengalami penipuan, laporkan ke call center resmi, dompet digital, layanan lokapasar, hingga ke pihak berwajib seperti Bank Indonesia atau OJK,” tuturnya.

Adapun Ayu Andriyani, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Jenis-jenis  Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”. Ayu menekankan agar jangan sembarangan mengklik setuju atau OK di laman atau aplikasi tertentu. “Persoalan krusial literasi digital adalah membaca karena setiap klik akan berakibat pada keamanan data pribadi,” tegasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta, Budi Susilo, bertanya tentang kapan waktu yang tepat untuk mengganti kata sandi. Clara Novita Anggraini menanggapi bahwa kata sandi sebaiknya diganti secara berkala dengan kombinasi rumit. “Segera ganti kata sandi saat memperoleh surel atau SMS terkait aktivitas mencurigakan,” sarannya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *