LBH PWI Sulsel Kecam Aksi Intimidasi Terhadap Wartawan Palopo Pos

  • Whatsapp
LBH PWI Sulsel Kecam Aksi Intimidasi Terhadap Wartawan Palopo Pos

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PWI Provinsi Sulawesi Selatan, Amir Made Aming SH MH mengecam keras atas sikap arogansi, dengan melakukan intimidasi terhadap wartawan Harian Palopo Pos, Riawan Junaid saat peliputan. Aksi yang tidak terpuji itu dilakukan oleh pengawal pribadi Wakil Ketua DPRD Kota Palopo, Abdul Salam. Tindakannya dengan memaksa Riawan untuk menghapus foto Wakil Ketua DPRD Palopo, Abdul Salam yang di ambil saat meninggalkan Mapolres Palopo. “Itu cara-cara intimidasi, kini bukan zamannya lagi. Dan kami siap membela dan menindaklanjuti aksi tak terpuji yang dialamatkan kepada wartawan Palopo Pos,”tegas Dosen Ilmu Hukum Pidana STIH Amsir Kota Parepare, tersebut, Kamis 8 Juli, sore tadi.

Dia menjelaskan, Kemerdekaan Pers dijamin Undang-Undang (UU) Pers Pasal 2 dan 4. Pasal 4 ayat 3 menyebutkan jurnalis berhak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Sesuai data yang diterimanya, peristiwa tersebut terjadi di depan pintu masuk dan keluar Mapolres Palopo, sekitar pukul 13.00 Wita. Kejadiannya bermula saat wartawan dari media fajar group ini menunggu Wakil Ketua DPRD Palopo, Abdul Salam keluar dari dalam ruang Unit Reskrim Polres Palopo.

Saat, Wakil Ketua DPRD Palopo, Abdul Salam keluar dari Mapolres Palopo. Saudara Riawan mengambil dokumen berupa foto saat Abdul Salam keluar dari gerbang Mapolres Palopo. Setelah mengambil dokumen foto itu, Riawan kemudian mendekati Abdul Salam dengan maksud mengkonfirmasi perihal berita atas dugaan pencurian arus listrik milik PLN.

Setelah memperkenalkan diri dari media Palopo Pos dan mengajukan pertanyaan mengenai informasi yang diperolehnya. Wakil Ketua DPRD Kota Palopo, Abdul Salam enggan memberi komentar. Wartawan ini pun kemudian bermaksud meninggalkan lokasi. Namun, secara tiba-tiba dia didatangi oleh seseorang yang mengaku supir pribadi dari Abdul Salam.

Dengan cara kasar, orang itu meminta menghapus dokumen foto-foto Wakil Ketua DPRD yang sempat diambilnya. “Ambil Ki foto tadi. Hapus itu foto, jangan dulu pergi, hapus ki itu foto. Nasuruh ka bapak hapus itu foto,” kata Riawan menirukan perkataan oknum supir pribadi Wakil Ketua DPRD Palopo tersebut. Karena ngotot tidak mau menghapus foto tersebut, Riawan yang hendak mengambil sepeda motornya dengan maksud meninggalkan lokasi, kemudian didatangi lagi orang yang mengaku supir pribadi Abdul Salam bersama seorang rekannya dari dalam mobil.

Dan kembali dengan nada tinggi dan mimik wajah terlihat marah memaksa Riawan untuk menghapus foto tersebut. “Saya ditahan kedua orang itu, termaksud supir pribadi Abdul Salam dan satu orang lain yang menggunakan pakaian biasa. Saya ditahan tidak boleh meninggalkan depan Mapolres Palopo sebelum menghapus foto Abdul Salam yang saya ambil saat itu,” kata Riawan, dikutip dari sejumlah media online. Amir pun mengakui, atas tindakan itu kedua pelaku ini telah melanggar Pasal 8 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni jurnalis dalam pelaksanaan tugasnya dilindungi hukum.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *