Lawan Hoaks dengan Literasi Digital

  • Whatsapp
Lawan Hoaks dengan Literasi Digital

PAREPOS.CO.ID,KONAWE SELATAN – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 12 Juli 2021 di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Mengenal dan Menangkal Hoaks”.

Program kali ini diikuti oleh 840 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Aktivis Sosial Konawe, Karyono Adi Santoso; Pegiat Literasi & Penulis, M. Ridwan Alimuddin; Peneliti Muda, La Ode Surazal Qalbi; dan Dosen, Maemuna Ilyas. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Sinta Pramucitra selaku praktisi public relation. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Bacaan Lainnya

Pemateri pertama, La Ode Surazal membawakan tema tentang kultur digital. Menurut dia, transformasi digital terjadi di berbagai lini kehidupan masyarakat mulai dari pendidikan, sosial, hingga kebudayaan. Ini berpengaruh pada perubahan pola pikir, kemudahan dalam sosial kemasyarakatan, peningkatan rasa percaya diri, tekanan dan kompetisi.

Selanjutnya, Karyono yang membawakan materi tentang keahlian digital dengan tema “Informasi, Identitas, dan Jejak Digital dalam Media Sosial”. Menurut dia, untuk mengatasi berita hoax, kita mesti hati-hati dengan judul provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, dan cek keaslian foto. Menjaga informasi identitas digital dan mengatur jejak digital juga tak boleh diabaikan.

Berikutnya, Maemuna menyampaikan tema tentang keamanan digital bertajuk “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Ia menyampaikan, ekspresi kebebasan di internet secara sehat dan bijak akan meningkatkan pendekatan sensor-diri, produktivitas konten lokal, pemberdayaan masyarakat tentang teknologi dan informasi.

Adapun Ridwan sebagai pemateri terakhir, menyampaikan materi tentang etika digital berjudul “Melawan Hoaks”. Ia mengatakan, kita perlu mengenali tiga macam media yang berkembang saat ini, yakni pers profesional, pers partisan dan pers abal-abal. Informasi yang dihasilkannya akan berbeda tingkat akurasi dan kebenarannya. Hoaks, kebanyakan diproduksi media abal-abal itulah yang mesti kita lawan bersama.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta webinar, Anindya, bertanya tentang bagaimana sebaiknya perlakuan kepada penyebar hoaks, apakah perlu dihukum atau diberikan pencerahan soal literasi digital? Menjawab itu, La Ode mengatakan, bagi penyebar hoaks yang paham konsekuensi hukumnya dan itu disengaja, maka penegakan hukum diperlukan. Namun, bagi penyebar hoaks yang masih awam soal konsekuensi hukumnya, diutamakan diberi pemahaman secara persuasif.

Antusias para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber dihargai panitia dengan memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.  Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *