Konferkab Pokja PWI Pangkep, Marno Pawessai: Calon Ketua Miliki Kartu Biasa dan Sertifikat UKW

  • Whatsapp
Konferkab Pokja PWI Pangkep, Marno Pawessai: Calon Ketua Miliki Kartu Biasa dan Sertifikat UKW
Ketua Seksi Organisasi PWI Sulsel, Marno Pawessai baju PWI bersama sejumlah pengurus PWi dari daerah beberapa waktu lalu

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Jelang pelaksanaan konferensi kabupaten (Konferkab) Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Sejumlah pihak menilai panitia konferkab masih kaku dalam penerapan persyaratan bagi calon yang akan ikut berkompetisi. Hal itu dikarenakan, adanya salah satu syarat yang diberikan panitia dimana keharusan bagi bakal calon menjadi bagian dari pengurus dalam kelompok kerja (Pokja).

Menyikapi kondisi itu, Ketua Seksi Organisasi PWI Sulsel, Marno Pawessai yang juga Plt Ketua PWI Sidrap-Enrekang menilai adanya syarat pencalonan yang akan maju dalam konferkab masuk dalam jajaran pokja itu tak diatur dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT). “Salah kaprah itu, jika calon harus merupakan bagian dari pokja PWI di Pangkep,”tegasnya.

Jika mengacu sesuai PD/PRT, lanjut Marno, tidak ada mengharuskan jadi bagian pokja. Persyaratan calon ditingkat kabupaten dan kota yang akan maju bertarung baik di konferkab atau konferkot itu ada dua diantaranya pemilik kartu biasa dan bukan kartu muda serta memiliki sertifikat uji kompetensi wartawan. “Intinya kami ini berharap agar, pelaksanaan itu bisa berjalan lancar, aman, demokratis utamanya serta penuh rasa kekeluargaan,”jelasnya.

Pokja PWI Pangkep Timbul Tenggelam

Salah satu aktivis demokrasi di Kabupaten Pangkep, Badauni A Palinrungi mengakui jika sebahagian besar pengurus Pokja PWI Pangkep selama ini belum bersosialisasi ditengah masyarakat. Dimana, lanjut mantan Sekjen KKDP, keberadaannya juga timbul tenggelam dimana seharusnya mereka lebih transparan, familiar dengan kegiatan sosial dan memberikan edukasi ke masyarakat. ” Tapi selama ini entah dimana, dan apa yang dilakukannya itu tak terdeteksi. Apa lagi jika dikaitkan dengan fungsi kontrol bagi pemerintah tidak ada,”jelasnya.

Olehnya itu, dengan agenda konferkab pokja PWI Pangkep agar panitia pelaksana menjalankan tugas sesuai regulasi dan tidak melenceng dari peraturan organisasi PWI. “Kehadiran Pokja PWI Pangkep selama ini tidak nampak, orang-orangnya pun kami tak kenal. Lembaga itu harusnya mengedukasi masyarakat, dan faktanya organisasi itu selama tak berjalan sesuai harapan,”tegas mantan wartawan media siber Terkini.id.

Dia pun berharap agar nahkoda selanjutnya dapat diisi oleh figur generasi X atau milenial. Seperti diketahui, beberapa kandidat bakal calon ketua PWI Kabupaten Pangkep sudah mulai muncul dan menafsirkan niatnya untuk maju dengan mengambil formulir. Mereka diantaranya, H Suhidin, SE dari Tabloid Teropong Bulusaraung, Syaharuddin Tabloid Faktual, Darwis Kusi dari Majalah Otoda, Sukma Paramita Media Simpul Rakyat serta Muhammad Taqwa Al Hamdi SH dari Tabloid Teropong Bulusaraung. Untuk pelaksanaan konferkab Pokja PWi Pangkep sendiri rencananya akan dilaksanakan usai lebaran Idul Adha.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *