Karang Taruna dan PMI Polman Gelar Donor Darah di 16 Kecamatan

  • Whatsapp
Karang Taruna dan PMI Polman Gelar Donor Darah di 16 Kecamatan

PAREPOS.CO.ID, POLMAN — Rapat kerja pengurus Karang Taruna Kabupaten Polewali Mandar Periode 2021-2026, dari Bidang Kesehatan dan Pelayanan Kesejahteraan Sosial membuat Program Donor Darah rutin di 16 Kecamatan. Kegiatan itu bekerjasama dengan Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Polman serta Pengurus Karang Taruna tingkat Kecamatan.

Pelaksanaan donor darah ini digelar dihalaman Kantor Kecamatan Polewali, Rabu, 7 Juli 2021 yang dihadiri oleh ketua karang taruna kabupaten dan Ketua karang taruna kecamatan Polewali beserta anggotanya.

Bacaan Lainnya

Koordinator Bidang Kesehatan dan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Karang Taruna Polman, dr Emy Purnama Natsir mengatakan, sebagai upaya membantu Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menjamin ketersediaan darah. “Kita membantu ketersediaan darah yang aman, berkualitas untuk masyarakat Polewali Mandar sehingga dapat menekan angka kematian akibat tidak tersedianya darah bagi yang membutuhkan seperti ibu hamil, ibu melahirkan, korban kecelakaan lalu lintas, demam berdarah, anemia dan penyakit kelainan darah lainnya,”kata dr.Emy Purnama Natsir.

Pelaksanaan donor darah ini melibatkan Karang Taruna Se-Kecamatan Polewali dan PMI Kecamatan Polewali. ” Alhamdulillah dari 17 yang ingin mendonorkan darah ada 13 yang layak atau lolos screening. Salah satunya yang bisa donor darah, adalah Ketua Karang Taruna Kabupaten Polewali Mandar, Irfan Pahri. Sementara 4 yang ditunda karena kondisi kesehatan, untuk melakukan donor darah.

Dari pantauan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti dalam kondisi sehat, umur minimal 17 tahun, berat badan minimal 45 Kg, suhu tubuh normal, tekanan darah sistole 110-160, diastol 70-90 dan dinyatakan lolos setelah pemeriksaan sederhana oleh dokter. “Mau donor darah belum tentu bisa donor darah karena sangat tergantung kondisi kesehatan kita. Saat ini pandemi covid 19, menjadi tambahan syarat untuk donor darah yakni 2 minggu setelah vaksin covid 19, baru bisa mendonorkan darahnya kembali.” jelasnya.

Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan ini lebih jauh menjelaskan, darah yang sudah diambil ini, masih akan melalui proses uji saring di laboratorium UDD PMI Polewali Mandar. Apakah darah ini aman dari penyakit menular lewat transfusi darah seperti HIV/AIDS, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis. “Apabila hasil pemeriksaan salah satunya saja positif, maka darah tersebut akan dimusnahkan, tidak bisa diberikan kepada pasien dan UDD PMI akan menghubungi pendonor tersebut untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Manfaat donor darah selain beramal, kita bisa sekalian cek kesehatan gratis, untuk itu sangat diharapkan saat mengisi formulir donor darah, dicantumkan nomor telpon aktif sehingga mudah dihubungi apabila ada masalah yang didapatkan saat pemeriksaan laboratorium di UDD PMI,”tutup dr Emi (win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *