Jaksa Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Tipikor Proyek SPAM di Anreapi

  • Whatsapp
Jaksa Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Tipikor Proyek SPAM di Anreapi

PARE POS.CO.ID,POLMAN — Penyidik Kejaksaan Negeri Polman akhirnya menetapkan mantan Kepala Bidang Cipta Karya PUPR yang sekarang menjabat Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa di Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) berinisial DY dan juga Direktur CV Zam-Zam berinisial MN sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) tahun 2018 di Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi.

Perbuatan DY dinilai telah merugikan negara sebesar Rp 427.557.903,3. Kerugian negara yang ditemukan ini berdasarkan hasil pemeriksaan fisik di lapangan oleh Tim Ahli Politeknik Negeri Ujung Pandang. Juga Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar).

Bacaan Lainnya

Kasi Pidsus Kajari Polman, Andi Rieker mengatakan, total anggaran yang dikelola pada proyek SPAM tersebut kurang lebih Rp 1 miliar. Pasca ditetapkannya kedua tersangka setelah menjalani pemeriksaan awal selama kurang lebih 4 jam di Kejari Polman.
Pidsus Kajari Polman memproses ini kasus sejak Januari 2021 dan itu sudah diperiksa serta langsung dilakukan pemeriksaan ahli fisik dan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sulbar mulai April 2021.” Sejumlah saksi pun telah kita periksa termasuk konsultanya. Namun hingga hari ini baru dua ditetapkan tersangka, dan kita liat kedepannya kalau memungkinkan ada tersangka lain maka kita akan kembangkan,”ujar Andi Rieker, Kamis 1 Juli, sore tadi.

Kalaupun tersangka punya niat mengembalikan uang kerugian negara tersebut, kata dia, itu tidak akan menghentikan proses hukum. Namun untuk meringankan hukumannya iya, tapi kasus tetap lanjut prosesnya. Proyek SPAM di Desa Kelapa Dua itu diduga kekurangan volume atau ada yang dikerjakan tidak sesuai dalam kontrak, hingga tidak ada asas manfaatnya dan tidak optimal sehingga menimbulkan kerugian negara. “Jadi kami Tim Penyidik pada Kejaksaan Negeri Polewali Mandar telah peroleh bukti-bukti kuat tindak pidana korupsi dalam kegiatan tersebut, dan ini Mengacu pada ketentuan Pasal 1 angka 2 dan 14 KUHAP, dalam kasus ini MN diketahui berperan selaku penyedia/ kontraktor pelaksana proyek tersebut. Sedangkan DY berperan sebagai selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap PPK.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *