Jaga Rahasia Data Pribadi agar Aman dan Nyaman Bertransaksi Online

  • Whatsapp
Jaga Rahasia Data Pribadi agar Aman dan Nyaman Bertransaksi Online

PAREPOS.CO.ID,BARRU– Sebanyak 1033 peserta mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 14 Juli 2021 di Barru, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Tips dan Trik Terhindar dari Penipuan Online”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pengusaha digital, Farhan Abdillah Dalimunthe; pengusaha pemasaran, Anggraini; Direktur Prisma Komunika, Canny Franky Watae; dan pemengaruh sekaligus pembuat konten gaya hidup, Kevin Horax. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Mila Karmila selaku penyiar radio. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Bacaan Lainnya

Pemateri pertama adalah Farhan Abdillah Dalimunthe yang membawakan tema “Tips Memilih Aplikasi Dompet Digital yang Aman dan Terpercaya”. Menurut dia, saat ini terdapat 10 besar dompet digital, di antaranya Gopay, OVO, DANA, ShopeePay, LinkAja, Jenius, Octo Mobile, DOKU, Mega Mobile, dan Sakuku. “Beberapa tips dalam menggunakan dompet digital, di antaranya pilih aplikasi sesuai kebutuhan, buat kata sandi yang kuat, rajin memeriksa riwayat transaksi, jangan pernah bagikan kode OTP pada orang lain, serta tambahkan sistem keamanan lain,” urainya.

Berikutnya, Kevin Horax menyampaikan materi berjudul “Etika dan Peraturan yang Berlaku untuk Transaksi Digital”. Ia mengatakan, hak dan kewajiban penjual, pembeli, maupun lokapasar telah diatur dalam UU Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU Nomor 11/ 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Beberapa isi di dalamnya, misalnya, pembeli wajib membayar barang dengan harga yang telah ditentukan, penjual harus memberikan informasi produk dengan jujur, lokapasar menjamin kerahasiaan data, dan warganet harus memilih marketplace yang terbukti kebenarannya,” ujarnya.

Sebagai pemateri ketiga, Anggraini membawakan tema tentang “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Dalam pandangannya, penjual wajib memperlakukan konsumen dengan baik, ramah, dan sopan. “Kita harus memperlakukan pembeli sebagai raja,” imbuh Anggraini.  Adapun Canny Franky Watae, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Jenis-Jenis Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”. Ia mengungkapkan, penipuan digital yang marak di antaranya, dengan memanfaatkan data pribadi, rekayasa kegiatan sosial, situs palsu, toko daring fiktif, serta penipuan bermodus rekrutmen. “Cara paling baik adalah dengan mengabaikan atau menjawab dengan sopan lalu akhiri komunikasi. Tidak disarankan untuk melontarkan kata-kata kasar kepada si penipu,” pesannya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Rosita Kesuma, bertanya tentang cara mengatasi kendala sistem COD. Canny menanggapi, persoalan tersebut muncul lantaran belum ada pengikat yang tegas terhadap pembeli atas konsekuensi batalnya transaksi. “Sehingga, ke depan perlu dibuat aturan yang jelas agar tidak merugikan semua pihak,” katanya. Dalam webinar tersebut, panitia mengapresiasi antusiasme peserta dengan memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.  Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *