Inisiasi Kelurahan APU, Pemkot Apresiasi Bawaslu Parepare

  • Whatsapp
Inisiasi Kelurahan APU, Pemkot Apresiasi Bawaslu Parepare

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare mengapresiasi Bawaslu karena menginisiasi kelurahan Anti Politik Uang (APU).

Hal itu disampaikan Asisten II Pemkot Parepare, Aminah Amin saat memberikan sambutan pada pencangan kelurahan anti politik uang di Aula Kantor Kecamatan Ujung, Jalan Mattirotasi, Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu 11 Juli. “Kegiatan ini bisa meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mencegah politik uang,” kata Aminah saat membacakan sambutan Walikota Parepare HM Taufan Pawe.

Bacaan Lainnya

Aminah menuturkan, pencanangan kelurahan anti politik uang itu diharapkan bisa menciptakan pesta demokrasi yang jujur. Maka dari itu, kata dia, kegiatan itu mendorong masyarakat berpartisipasi menciptakan pemilu yang baik. “Kegiatan ini dapat meminimalisir anti politik uang di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Parepare, Zainal Asnun mengaku, saat ini telah mencanangkan kelurahan APU di empat Kecamatan. “Hari ini kita canangkan kelurahan anti politik uang di Kecamatan Ujung,” kata Zainal.

Zainal mengungkapkan, kegiatan itu bertujuan untuk menekan politik uang yang menjamur di masyarakat. Sehingga, kata Zainal, melalui sosialisasi tersebut Bawaslu Parepare mencegah masyarakat melakukan money politic. “Kami selalu berusaha menyentuh moral masyarakat dan disertai regulasi untuk menekan politik uang,” ujar dia.

Oleh sebab itu, katanya, masyarakat perlu sadar diri untuk tidak memilih pemimpin yang melakukan ‘serangan fajar’. “Setiap perhelatan pemilu tidak asing adanya istilah serangan fajar. Makanya kami menyentuh hati masyarakat setiap kelurahan. Yang kami lakukan, bagaimana masyarakat paham memilih pemimpin yang tidak dengan serangan fajar. Semoga ada hasil yang kita dapatkan,” tutupnya.

Sebagai informasi, narasumber pada kegiatan itu yakni pimpinan Bawaslu Sulsel, Amrayadi dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Anwar Borahima. (dar/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *