Dituding Tutup Akses Masuk Rumah, Ini Penjelasan H Amiruddin

  • Whatsapp
Dituding Tutup Akses Masuk Rumah, Ini Penjelasan H Amiruddin

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Angggota DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, H Amiruddin angkat bicara terkait tudingan kepada dirinya atas penutupan akses masuk rumah yang dijadikan tahfiz Al Quran di Jalan Ance Daeng Ngoyo II, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar.

Mantan Camat Labakkang tersebut membenarkan, jika dirinya menutup akses tersebut. Dan hingga pagar itu dibangin tidak ada yang menyampaikan persoalan itu kepadanya. Amiruddin menjelaskan, rumah itu dibelinya sejak tahun 2003. Sedangkan pagar yang dipersoalkan itu awalnya sudah ada sebagai pembantas kompleks, karena pemilik rumah sebelumnya membongkar dan meminta izin kepadanya. ” Dulu itu memang tertutup karena pagar pembatas kompleks, yang punya rumah meminta dibongkar karena ingin membangun sebagai akses barang materialnya. Namun, hingga selesai membangun tak dibongkar. Dan sekarang yang tinggal menjadikannya lokasi pengajian,”jelasnya.

Saat ini, lanjut H Amiruddin, rumah itu sudah dijual dan dibeli oleh yang sekarang menempatinya. “Memang sangat menganggu, kalau saya datang. Dimana menjadi tempat anak-anak bermain. Pada hal ada akses jalan lain di depan, tapi pemilik rumah menjadikan belakang rumahnya sebagai tempat pengajian. Posisi rumah itu membelakangi kediaman saya,” jelasnya kepada Parepos.co.id, Sabtu 24 Juli, siang ini.

H Amiruddin pun mengakui, akan membongkar kembali pagar tersebut. ” Iya, pimpinan partai saya juga sudah menelpon dan berharap agar pagar itu dibongkar saja. Jadi saya sudah membukanya,”ungkapnya. Sebelumnya dikutip dari sebuah media online, diberitakan tentang ulah oknum anggota DPRD Kabupaten Pangkep dari Partai Amanat Nasional (PAN) bernama H Amiruddin. Yang menutup akses jalan yang membuat anak-anak yang mengaji tidak bisa belajar.

Amiruddin diberitakan membuat pagar tembok setinggi tiga meter, yang persis berada di depan rumahnya. Kejadian tersebut langsung direspon pihak Bhambinkamtibmas Kelurahan Masale, Ketua RW setempat mendatangi lokasi. Keduanya hanya mendapati tembok yang baru dibangun, sehingga rumah tahfiz tidak bisa terbuka lagi.

Bhabinkamtibmas Masale, Bripka Muh Rais mengatakan rumah Tahfidz Alquran ini, milik salah seorang warga yang telah dihibahkan kepada masyarakat setempat. Rumah semi permanen tersebut, setiap harinya dipakai sebaga lokasi mengaji serta menghafal Alquran, bagi anak kurang mampu.

Namun karena ulah Amiruddin, akses rumah Tahfidz tersebut tertutup tembok. Alasannya, Amiruddin merasa terganggu saat anak-anak menghafal Alquran. “Katanya ribut, mengganggu ini penghafal Alquran kalau ia datang ke Makassar,” ungkap Rais pada Jumat 23 Juli 2021.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *