Dampak Teknologi pada Kesehatan Anak

  • Whatsapp
Dampak Teknologi pada Kesehatan Anak

PAREPOS.CO.ID, BITUNG – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 27 Juli 2021 di Bitung, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”. Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Riviva Maringka selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa, Galih Pandekar selaku dosen FEB UI sekaligus CEO PT. Lavender Bina Cendikia & CEO Bookgenville.com, Febri Kurnia Manoppo selaku dosen sekaligus Ketua Prodi S1 Pendidikan Kristen Anak Usia Dini IAKN Manado, serta Eryvia Maronie selaku narablog dan pembuat konten.

Adapun yang bertindak sebagai moderator yaitu Fadel Karnen. Kegiatan kali ini diikuti oleh 898 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang. Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Bacaan Lainnya

Pemateri pertama adalah Galih Pandekar yang membawakan tema “Kecakapan Digital”. Menurutnya, era digitalisasi serta pandemi membawa perubahan dalam desain pembelajaran yang kini berubah menjadi jarak jauh. Untuk itu, diperlukan edukasi kepada pendidik dalam menggunakan instrumen-instrumen yang dapat bermanfaat dalam pembelajaran jarak jauh. Sesi materi dilanjutkan oleh Eryvia Maronie dengan tema “Upaya Mencegah, Mendeteksi dan Menyikapi Cyberbullying”. Eryvia menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis kekerasan siber, di antaranya doxing atau menyebarkan informasi pribadi orang lain dengan tujuan tidak baik, pelecehan yang bersifat mengancam atau mengintimidasi, dan peniruan identitas.

Sebagai pemateri ketiga, Riviva Maringka mengangkat tema mengenai “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Riviva memaparkan bahwa beberapa permasalahan umum yang dialami oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) dan PJJ luar jaringan (luring). Adapun Febri Kurnia Manoppo, selaku pemateri terakhir, mengangkat tema “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Febri menekankan bahwa paparan teknologi digital yang tidak dikontrol pada anak akan berdampak buruk pada kesehatan anak, seperti kesalahan postur tubuh, mata lelah, dan malas bergerak.

Setelah pemaparan dari semua narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Salah satu peserta, Agus, bertanya tentang bagaimana agar orangtua dapat mendampingi anak usia remaja yang sulit dikontrol paparan teknologi digitalnya. Menurut Riviva, dalam mengontrol paparan teknologi anak remaja, diperlukan pendekatan humanis agar memudahkan anak untuk mengerti.  Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *