Cermati Sisi Negatif Kemudahan Bertransaksi Digital

  • Whatsapp
Cermati Sisi Negatif Kemudahan Bertransaksi Digital

PAREPOS.CO.ID,BITUNG– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 31 Juli 2021 di Bitung, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital” ini diikuti oleh 842 peserta.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Richard Togaranta Ginting selaku Dosen Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Udayana, Andi Mauderi selaku Instagrammer Fashion & Gaya Hidup, Darnis selaku Digital Marketing dan Founder Platform Digital GEN Exportir, dan Eko Nurwanto Mangalung selaku aktivis & pemerhati sosial dan literasi digital. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Fitriyani Rahman. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Bacaan Lainnya

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Richard Togaranta Ginting yang membawakan tema “Tips & Trik Bertransaksi secara Digital dengan Mudah dan Aman”. Richard menjabarkan materi mengenai jenis layanan perbankan digital yang terdapat di Indonesia diikuti dengan contoh-contohnya. Richard juga memberikan sejumlah tips agar bertransaksi daring dapat berjalan dengan aman, diikuti dengan mekanisme dalam berbelanja daring tersebut.

Berikutnya,  Andi Mauderi menyampaikan materi berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Andi memaparkan betapa pentingnya transaksi digital untuk diatur, salah satunya yaitu agar terhindar dari risiko penyalahgunaan. Kemudian, ia juga memberikan beberapa tips agar aman bertransaksi digital diikuti dengan pasal-pasal yang mengatur di dalamnya.

Sebagai pemateri ketiga, Darnis membawakan tema tentang “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Daring”. Darnis mengatakan, “Perkembangan pembayaran digital sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, perubahan gaya hidup, dan pandemi Covid-19  juga memaksa kita berubah begitu cepat”. Darnis menuturkan sistem pembayaran digital yang terbagi menjadi dua, yaitu  pembayaran tanpa perantara dan pembayaran dengan perantara pihak ketiga. Pemaparan dilanjutkan dengan materi cara pembayaran digital kemudian diikuti dengan materi seputar dompet elektronik dan uang elektronik.

Adapun Eko Nurwanto Mangalung, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Jenis-jenis Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”. Sesi dibuka dengan pemaparan mengenai jenis-jenis penipuan yang sedang marak di internet. Eko menuturkan beberapa siasat yang dilakukan oleh penipu untuk  melancarkan aksinya. Pada akhir sesi, Eko  membagikan sejumlah tips agar terhindar dari penipuan tersebut.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Sementara itu, salah satu peserta, Ahmad Yunus, bertanya mengenai dampak negatif menggunakan pembayaran digital. Menurut Richard, hal tersebut dapat terjadi apabila kita tidak dapat mengelola keuangan dengan baik sehingga tidak dapat membedakan mana yang penting dan mana yang tidak maka dapat menyebabkan dapat berdampak buruk.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *