Bisnis Digital jadi Alternatif di Masa Kini 

  • Whatsapp
Bisnis Digital jadi Alternatif di Masa Kini 

PAREPOS.CO.ID,POSO– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 21 Juli 2021 di Kota Poso, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”.

Program kali ini menghadirkan 1303 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Creative Digital Director Muhamad Fadly, VP of People & Culture Virus Media Dinar Syarita Bakti, Kepala Valbury Sekuritas Indonesia Cabang Palu Chlief Watuseke, dan Entrepreneur Gadis Maharani. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah jurnalis Rachman Pratama. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Bacaan Lainnya

Pemateri pertama adalah Dinar Syarita Bakti yang membawakan tema “Trend Pekerjaan di Era Dunia Serba Digital”. Menurut dia, di era digital banyak sekali peluang bisnis dan pekerjaan baru yang bisa diciptakan dengan ujung jari. “Jika memutuskan menjadi konten kreator, maka jangan harap hasil yang instan karena butuh waktu ‘menanam’ (proses). Selain itu, konsisten membuat konten hingga bisa menjadi viral,” ungkapnya.

Berikutnya, Gadis Maharani menyampaikan materi berjudul “Sosialisasi E-market Bagi Para Pelaku UMKM”. Dia mengatakan, kepercayaan memegang peranan penting di tengah persaingan bisnis di era digital. “Untuk pelaku UMKM produk makanan atau minuman bisa membuat video di balik proses pembuatan. Ketika konsumen mengetahui proses pembuatannya higienis, mereka akan yakin untuk membeli produk tersebut,” ucapnya.

Sebagai pemateri ketiga, Muhamad Fadli membawakan tema tentang “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Perilaku Konsumtif Menjadi Produktif”. Menurut dia, budaya digital yang baik akan berbanding lurus dengan tingginya produktivitas. ”Salah satu langkah sederhana adalah membiasakan diri menabung. Alokasikan 5-10 persen dari gaji sehingga memiliki dana cadangan ketika ada kebutuhan mendesak,” terang Founder @kriyativitas tersebut.

Adapun Chlief Watuseke, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Pilihan Investasi yang Aman dan Menguntungkan Selama Masa Pandemi Covid-19”. Dia mengatakan, digital sangat akrab dengan generasi milenial, termasuk dalam transaksi jual beli dan investasi. “Saat ini kita bisa bertransaksi jual beli saham dari rumah. Digitalisasi akan menekan gap dengan nasabah-nasabah yang telah terlebih dulu terjun,” terangnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Bagaimana cara meningkatkan literasi digital di desa yang masih belum ada jaringan internet?” tanya Sondang Purba, salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Poso.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *