Bijak Gunakan Platform Transaksi Digital agar Aman dari Ancaman Penipu

  • Whatsapp
Bijak Gunakan Platform Transaksi Digital agar Aman dari Ancaman Penipu

PAREPOS.CO.ID.LUWUTIMURRangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 28 Juli 2021 di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang dibahas pada kali ini adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”. Program kali ini menghadirkan 935 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari jurnalis sekaligus praktisi media, Arsito Hidayatullah; Founder & CEO Kantong Pulsa & Kimopay, M Syawal Syauqi; Praktisi Hukum, Abdul Rajab Sabarudin R; dan CEO Jelajah Sultra & GenPI, Rahman Jasmanto. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Wawan Akuba selaku Jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Arsito Hidayatullah yang membawakan tema “Tips dan Trik Transaksi dan Beraktivitas Digital Secara Aman”. Menurut dia, ketika bertransaksi di internet pastikan telah mendapatkan informasi secara jelas dan berkomunikasi dengan pemilik rekening tujuan. Warganet juga bisa gunakan laman cekrekening.id untuk memastikan rekening tujuan bersih dari aduan penipuan. Selain itu, simpanlah juga bukti-bukti komunikasi dan pembayaran. “Jika terjadi penipuan atau dugaan yang tidak beres, laporkan ke bank rekening tujuan dan minta blokir, atau lapor juga ke platform lapor.go.id serta pihak Kepolisian,” katanya.

Bacaan Lainnya

Berikutnya, Rahman Jasmanto menyampaikan materi berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, transaksi digital, baik melalui perbankan ataupun teknologi finansial, telah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 22/23/PBI/2020 tentang Sistem Pembayaran yang berlaku awal Juli 2021. Kebijakan tersebut mengatur beberapa hal, antara lain perizinan penyelenggara dan jenis sistem pembayaran, kepemilikan saham, serta pengelolaan data dan informasi. “Kepraktisan menjadi salah satu keunggulan digital payment atau pembayaran digital yang disukai kaum milenial, cukup gesek kartu atau scan QR code lalu masukan nomor pin, transaksi bakal lunas dalam hitungan detik,” tutur dia.

Sebagai pemateri ketiga, M Syawal Syauqi membawakan tema tentang “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Menurut dia, warganet punya banyak pilihan cara membayar tagihan rutin seperti kredit, listrik, pulsa, atau air secara daring, yakni  lewat lokapasar, mobile banking, serta dompet digital. “Hampir semua dompet digital menerapkan cara kerja yang sama, mulai memasang  aplikasi, registrasi, serta mengisi saldo dengan jumlah nominal minimal yang dipersyaratkan,” jelasnya.  Adapun Abdul Rajab, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Jenis-Jenis Penipuan di Internet dan Cara Menghindarinya”. Ia mengatakan, beberapa modus penipuan di dunia digital di antaranya, penipuan iklan jual beli, toko daring bodong, tipuan mendapatkan hadiah, bisnis dan investasi palsu, situs atau laman palsu, peretasan akun media sosial, serta penipuan lowongan kerja. “Jika ada yang menelpon dan mengatasnamakan dari institusi dengan alasan tertentu yang menggiurkan, sebaiknya setelah si penelepon menyampaikan alasan matikanlah dahulu telepon, lalu carilah info tambahan,” ujarnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Bisakah e-money untuk penyimpanan uang jangka panjang,” tanya Andi Kurniawan, salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Luwu Timur. Menurut Rahman Jasmanto, saat ini menyimpan uang di e-money masih dinyatakan aman, namun ke depan tergantung dengan perkembangan teknologi digital. Sehingga, rekening bank atau m-banking masih menjadi pilihan yang tepat untuk media menyimpan uang.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *