BI Gelar Sosialisasi IETPD di Soppeng

  • Whatsapp
BI Gelar Sosialisasi IETPD di Soppeng

PAREPOS.CO.ID, SOPPENG — Bank Indonesia (BI) kerjasama Pemkab Soppeng menggelar sosialisasi dan Diskusi Indeks Elektronikfikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) dan Quick Response Indonesia Standar(QRIS), serta Penyusunan Roadmap Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), di Aula Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Soppeng, Kamis, 8 Juli 2021.

Bupati Soppeng, H Andi Kaswadi Razak  dalam sambutannya saat membuka kegiatan sosialisasi ini meminta para peserta jangan di sia-siakan dan harus kita maksimalkan. Karena begitu pentingnya bagi negara sehingga Bank Indonesia sampai ujung tombak, yang dulunya hanya di ibu kota Jakarta paling jauh di propinsi, tapi sekarang sudah sampai di daerah kabupaten. “Kami di pemerintah daerah berharap bahws Soppeng ini mungkin jadi pilot proyek sebagai kota transaksi digital,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Andi Kaswadi juga mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memang saat ini sudah menjadi kebutuhan kedepan, kita tidak boleh ketinggalan momen. Untuk itu, dia minta kepada tim TP2DD bekerja maksimal agar program ini terlaksana dengan baik. “Saya mengharapkan dari hasil sosialisasi dan diskusi ini agar di implementasikan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Iwan Setiawan mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini untuk disiminasi dari kami Bank Indonesia tentang progres perkembangan untuk implementasi tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, yang sudah kita kukuhkan bersama pada tanggal 9 April tahun 2021.

Olehnya itu, atas nama Bank Indonesia kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama dan dukungan, terutama dalam hal untuk memajukan ekonomi keuangan digital di seluruh Sulawesi Selatan, lebih  khusus di Kabupaten Soppeng.

Lanjut Iwan Setiawan, kami mencatat  betapa sebetulnya kabupaten Soppeng memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan. Karena diakhir tahun 2020 di tengah-tengah kondisi sulit, tapi Kabupaten Soppeng sudah berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif. Sedangkan beberapa kabupaten masih terkontraksi artinya tumbuh negatif. “Kami datang ke sini (Soppeng) dengan maksud untuk sharing tentang TP2DD, dimana TP2DD juga punya target. Itu namanya indeks elektronifikasi Pemda, ini yang harus kita pahami bersama,” jelasnya.

Maksud tujuannya, kata Iwan Setiawan, tentu jelas supaya nanti kalau kita sudah paham kerjanya tentu lebih terarah. Dan kami sangat percaya dan yakin di kabupaten Soppeng nanti juga dapat mengalami perkembangan cepat, progresif di dalam pengembangan ekonomi keuangan di gital. “Dalam kesempatan ini kami berharap  dilevel teknis dapat merumuskan roadmap pengembangan ekonomi keuangan digital di Kabupaten Soppeng,” tambah Iwan. (wis/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *