Berjejaring di Internet dengan Etika, Hindarkan Permusuhan

  • Whatsapp
Berjejaring di Internet dengan Etika, Hindarkan Permusuhan

PAREPOS.CO.ID,LUWUUTARA– Sebanyak 671 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 28 Juli 2021 di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini yang dibahas adalah “Jarimu Harimaumu”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari technopreneur ISP Sakaeng Solata Network dan Dosen Prodi Sistem Informasi Politeknik Negeri Nusa Utara, Stenly Cicero Takarendehang, M.T.I; editor Suara.com dan trainer Google News Initiative, Muhammad Yunus; pemengaruh (influencer) dan selebgram, Hafiid Ramdhani Pratama, serta dosen Universitas Dipa Makassar, Erfan Hasmin. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Arin Swandari selaku penulis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Bacaan Lainnya

Pemateri pertama adalah Stenly Cicero Takarendehang yang membawakan tema “Mengenal Macam-macam Aplikasi Percakapan”. Stenly menyebut berbagai macam aplikasi percakapan, mulai dari yang paling lama SMS hingga kekinian seperti Whatsapp, Instagram, Slack, Zoom, Telegram, dan Skype. Masing-masing aplikasi ada kelebihan dan kekurangan di fitur-fiturnya. Sebelum memasang, dia menyarankan pengguna menilik kembali tujuan dan manfaat. “Maka dari itu perlu dipertimbangkan apakah sepadan dengan manfaat yang didapat,” katanya.

Berikutnya, Muhammad Yunus menyampaikan materi berjudul “Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu”. Dalam paparannya, ia banyak membahas tentang dampak positif dan negatif berjejaring sosial di internet. Menurut dia, pengguna perlu menghindari hal-hal negatif di media sosial. Dia juga membagikan tips apa saja yang layak dilakukan dan bagaimana menciptakan hubungan positif di media sosial. “Tiga kunci menciptakan hubungan baik, yaitu saling menghormati, jujur, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sebagai pemateri ketiga, Hafiid Ramdhani Pratama membawakan tema tentang “Jarimu Harimaumu”. Ia mengatakan, ketika berinteraksi di media sosial, misalnya di kolom komentar, pada dasarnya kita tidak hanya berhubungan dengan satu orang, tetapi dengan ribuan orang yang berselancar di dunia digital. Hafiid pun mengingatkan untuk tidak membawa isu SARA dalam berkomentar di media sosial. “Jangan asal komentar, jangan bagikan berita palsu, jangan melakukan perundungan, dan mengumbar permusuhan dengan ujaran kebencian,” pesan Hafiid.

Adapun Erfan Hasmin sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Kejahatan siber mengintai siapapun pengguna internet, termasuk anak-anak. Erfan mengatakan, pilihan orang tua saat ini hanyalah mengajarkan anak-anak pengetahuan dasar tentang internet atau anak-anak mencari pengetahuan sendiri. “Bikin aturan internet untuk anak, misalnya aplikasi atau konten yang sesuai usia, pengaturan privasi, ajarkan anak tidak berinteraksi dengan orang asing, berinternet di ruang terbuka, monitor aktivitas anak, dan batasi penggunaan,” ucapnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu pertanyaannya, “Bagaimana tips kalau kita melihat komentar atau konten kurang pantas, dan bagaimana kita bisa menumbuhkan sikap positif jika itu terjadi pada kita atau orang sekitar kita?” tanya Rosalina Mentari kepada Stenly. “Sekarang di media sosial ada fasilitas report (laporkan). Kita report dengan button khusus. Saat ini informasi menyebar begitu luas hanya karena algoritma media sosial. Ketika kita gunakan media sosial, informasi yang datang kembali adalah yang cenderung kita akses. Kalau kita akses yang positif, kita dapatnya informasi yang menarik-menarik,” jawab Stenly.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *