Berinternet Sehat, Stop Sebar Berita Bohong

  • Whatsapp
Berinternet Sehat, Stop Sebar Berita Bohong

PAREPOS.CO.ID, BUTON TENGAH–
Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 29 Juli 2021 di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema  “Bersama Melawan Kabar Bohong” kali ini diikuti sebanyak 1.119 peserta dari berbagai kalangan usia maupun profesi.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pegiat media sosial Muhammad Adrian Gumelar, pemengaruh Andi Mauderi Kabir, praktisi hukum Dr. Muhammad Aljebra Aliksan Rauf, SH. MH, serta dosen sekaligus periset Nurul Fadhillah S. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Nurul Nur Azizah selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Bacaan Lainnya

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Muhammad Adrian Gumelar yang membawakan tema “Informasi Digital, Identitas Digital, dan Jejak Digital dalam Media Sosial”. Ia menjelaskan tentang definisi informasi digital, kegunaan identitas digital, serta bahayanya jejak digital khususnya phising. Dia juga membagikan tips mengendalikan dan menghindari phising. “Jaga data pribadi, hati-hati mengklik tautan tertentu, lebih teliti membaca informasi, dan meningkatkan keamanan,” katanya.

Berikutnya, Andi Mauderi menyampaikan materi berjudul “Say No to Hoax”. Hoaks adalah informasi yang seolah benar tapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Andi membagikan cara mengenali hoaks, dampak penyebaran hoaks, dan cara menghindarinya. “Berpikir sebelum berbagi, jangan mudah percaya, perhatikan judul dan isi, cek sumber berita, bandingkan informasi, periksa tanggalnya, dan cek kontennya,” jelas Andi.

Sebagai pemateri ketiga, Muhammad Aljebra Aliksan Raul membawakan tema “Digital Safety: Tips Pentingnya Internet Sehat”. Aliksan menjelaskan soal kemudahan akses internet dan manfaat yang diberikan oleh internet. Aliksan juga memaparkan tentang UU ITE, khususnya mengenai pasal berita bohong, dan ancaman jerat hukum bagi pelaku penyebarannya.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Nurul Fadhillah S. menyampaikan tema “Digital Culture: Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, media digital mengubah orang-orang menjadi individu yang gemar beropini. Dia pun membagikan tips menyuarakan pendapat di media digital. “Perhatikan tujuan menulis dan mengeluarkan pendapat, perhatikan kalimat yang digunakan, perhatikan datanya apakah valid, perhatikan diksi yang dipilih agar tidak multitafsir,” pungkasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta webinar Leonard Darmawan bertanya kepada Aliksan. “Bagaimana peran pemerintah dalam mengatasi berita bohong yang tersebar di Facebook dan juga Whatsapp? Apakah diampuni secara kekeluargaan adalah jalan bijak?” tanyanya. “Terkait berita bohong, rekonstruksi hukum yang termuat di berbagai peraturan perundang-undangan sifatnya pasti, karena hukum kan pasti, memberikan manfaat, keadilan adalah justifikasi. Oleh sebab itu kita tidak menutup kemungkinan penegakan hukum harus dilakukan oleh pemerintah terhadap mereka yang menyebarluaskan berita bohong,” jawabnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *