Bantuan PPKM, Bulog Polman Siapkan 748 Ton Beras untuk Penerima PKH dan BST

  • Whatsapp
Bantuan PPKM, Bulog Polman Siapkan 748 Ton Beras untuk Penerima PKH dan BST

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Menyikapi lonjakan kasus Covid-91, pemerintah pusat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Untuk itu, pemerintah memberikan bantuan beras kepada masyarakat penerima PKH dan BST yang dulunya 5kg menjadi 10 kg perkepala keluarga (KK).

Kepala Cabang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Polman, Muh Junaidi menyampaikan, program batuan PPKM ini merupakan bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk satu bulan. Dimana setiap penerima akan mendapatkan 10 kg beras selama satu bulan, dengan total bantuan 748 ton untuk tiga kabupaten.

Bacaan Lainnya

“Bantuan sosial berupa beras ini, Bulog Polman melayani tiga Kabupaten yakni Majene 172 ton, Polewali 433 ton dan Mamasa 179 ton sehingga total yang disiapkan sebesar 748 ton,”jelasnya, Senin, 12 Juli 2021.

Saat ini, kata Junaidi, pihaknya masih menunggu data dari petugas PKH dan Dinas Sosial untuk mensingkronkan data by name by addres dan penyalurannya masih menunggu petunjuk dari Kemensos. Namun ada dua opsi penyaluran yakni pakai pihak ketiga transporter atau Bulog langsung.

Lebih jauh, Muh Junaidi, sesuai keinginan bapak Presiden Jokowi agar penyaluran bantuan ini bisa selesai di bulan Juli. Sebab informasi pemberlakuan PPKM sampai tanggal 27 Juli, jadi kalau bisa akan disalurkan bulan ini.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Aswar Jasin Sauru mengatakan, pihaknya masih menunggu data dari Kordinator PKH sebab ada data yang telah digraduasi terkait penerima program karena mereka mengundurkan diri sebab keluarga miskin. Dia berharap sebelum penyaluran data dari PKH tersebut telah sampai ditanganya. “Yang menerima bantuan beras 10 kg ini adalah keluarga miskin penerima PKH dan BST karena ada yang digraduasi atau dikeluarkan sehingga saya minta data PKH itu betul-betul valid baru diserahkan ke Bulog untuk dijadikan acuan data. Sebab kalau data yang lalu diajukan itu akan ribut sebab banyak keluarga miskin yang mundur,”ungkap H Aswar Jasin.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *