Audiens Beragam, Sampaikan Khotbah yang Menyejukkan di Internet

  • Whatsapp
Audiens Beragam, Sampaikan Khotbah yang Menyejukkan di Internet

PAREPOS.CO.ID, KEP.SANGIHE– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 Juli 2021 di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Khotbah yang Ramah di Internet”. Program kali ini menghadirkan 627 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari dosen dan Kepala Perpustakaan IPDN Sulut Piet Hein Pusung, pegiat literasi Digital Sulut dan Trainer GNI Yinthze Gunde, Dosen Jurnalistik UMN dan Kandidat Doktor Komunikasi UI Ignatius Haryanto, dan Influencer Fahira Bahar. Adapun bertindak sebagai moderator adalah jurnalis Nurul Nur Azizah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Bacaan Lainnya

Pemateri pertama adalah Ignatius Haryanto yang membawakan tema “Pemanfaatan Internet Untuk Penyebaran Konten Positif Bagi Pemuka Agama”. Keriuhan di media sosial (medsos) acapkali memancing orang untuk berkomentar atau berpendapat tentang hal-hal yang belum tentu dipahaminya. “Seringkali kita tergelincir untuk berkomentar atau berpendapat yang di luar kapasitas kita. Bagi pemuka agama, sampaikan saja yang terkait masalah moral dan hal-hal baik yang harus dilakukan saat ini. Batasi untuk tidak mengomentari segala hal,” ujarnya. Berikutnya, Fahira Bahar menyampaikan topik “Bijak di Kolom Komentar”. Fahira mengatakan, jika ingin berkomentar di medsos hendaknya berikan komentar sesuai konteks permasalahan, hindari menyerang pribadi seseorang, dan gunakan bahasa yang sopan. “Setiap orang punya hak berkomentar, tapi gunakan kata-kata yang sopan. Hindari kata-kata makian atau menyebut nama hewan hanya untuk menjelekkan pihak lain,” katanya.

Sebagai pemateri ketiga, Piet Hein Pusung membawakan tema “Budaya Digital: Khotbah yang Ramah di Internet”. Piet mengingatkan para pemuka agama bahwa dalam berkhotbah di internet itu audiensnya bukan dari satu agama atau keyakinan saja, tapi bisa diakses semua orang. “Maka, sampaikan semua yang manis dan sedap didengar, yang membawa pesan damai, toleransi, harmoni, persatuan dan kesatuan. Bukan yang mengandung kebencian, perbedaan, atau hal-hal yang bisa menyulut perpecahan akibat perbedaan keyakinan,” tegasnya. Adapun Yinthze Gunde sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Sudah Makan Hoaks Apa Hari Ini?” Dia menggarisbawahi pentingnya memeriksa dan mengecek ulang kebenaran berita atau informasi di jagad maya. “Setiap pemilik akun medsos harus kontrol pada apa yang dibagikannya. Apakah isinya itu benar, menolong, menginspirasi, perlu, atau baik? Jika semua orang melakukan filtrasi pada konten yang dilihat atau diunggah, pasti dunia medsos Indonesia akan lebih sejuk,” tuturnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Salah satu peserta, Putri Indriyani, menanyakan etika dalam menyampaikan khotbah yang ramah di internet. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *