Ajarkan Internet Sehat Sejak Dini, Ciptakan Generasi Anti Hoaks

  • Whatsapp
Ajarkan Internet Sehat Sejak Dini, Ciptakan Generasi Anti Hoaks

PAREPOS.CO.ID,DONGGALA– Sebanyak 811 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 24 Juli 2021 di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun pembahasan tema kali ini adalah “Bersama Melawan Kabar Bohong”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Interactive Data Journalism Universitas Multimedia Nusantara, Utami Diah Kusumawati; CEO Duta Batik Palu sekaligus podcaster, Zakiyah Ramayanih; jurnalis NET TV sekaligus Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah, Rahman Odi; dan pegiat pemberdayaan masyarakat, Muh. Fariz. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Erna Virnia selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Bacaan Lainnya

Pemateri pertama adalah Utami Diah Kusumawati yang membawakan tema “Memahami Informasi, Identitas, dan Jejak Digital”. Menurut dia, keseharian manusia saat ini tidak lepas dari teknologi digital. Oleh sebab itu, pengguna harus menyadari bahwa segala aktivitas di dunia maya akan meninggalkan jejak digital. “Beberapa cara untuk mengatur jejak digital, di antaranya riset nama Anda di mesin pencari, gunakan surel berbeda untuk kegiatan profesional dan personal, ubah kata sandi berkala, serta bangun reputasi melalui perilaku di dunia sosial,” katanya.

Berikutnya, Zakiyah Ramayanih menyampaikan materi berjudul “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Hoax?”. Ia mengungkapkan, saluran terbesar penyebaran hoaks di Indonesia adalah media sosial dan aplikasi percakapan (Whatsapp), sementara topik hoaks paling populer, di antaranya politik, SARA, serta kesehatan. “Cara menghindari hoaks adalah hati-hati dengan judul sensasional, cermati alamat situs, periksa fakta, keaslian foto, dan ikuti grup anti hoaks,” ujarnya.

Sebagai pemateri ketiga, Rahman Odi membawakan tema “Tentang Dunia Digital, Internet dan Medsos sebagai Wadah Menyuarakan Pendapat”. Rahman menjelaskan, selain memberi manfaat, internet juga menyimpan potensi dampak negatif, seperti hoaks, perundungan siber, dan kejahatan siber lainnya. “Sebelum mengirim sesuatu atau berpendapat di media sosial, hindari opini provokatif, konteks jelas, dan jangan mudah terbawa emosi,” pesan dia.

Pemateri terakhir, Muh. Fariz, menyampaikan tema “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Fariz menyampaikan bahwa aktivitas internet sehat perlu dimulai sejak dini demi menghindari kejahatan siber terhadap anak. “Mulailah aktivitas internet sehat dengan menetapkan tujuan mengakses internet. Jangan lupa perbarui antivirus, jaga kerahasiaan informasi pribadi, perkuat kata sandi, dan selalu log keluar setelah beraktivitas digital,” tegas Fariz.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta, Andi Marengkang, bertanya, “Bisakah seorang remaja dengan jejak digital buruk, kemudian sekarang karakternya sudah tumbuh lebih baik, memperbaiki jejak digitalnya?”. Utami Diah Kusumawati menanggapi bahwa kita harus sering memeriksa nama kita melalui peramban berbeda seperti Mozilla, Google, Internet Explorer, dan Safari. “Kalau ada hal tidak baik, kita bisa mengontak mereka, mengirimkan surel, beritahu persoalannya, dan apa yang kita minta,” terangnya.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *