Zulkifli Zain Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Nila dengan Sistem Bioflok di Sidrap

  • Whatsapp
Zulkifli Zain Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Nila dengan Sistem Bioflok di Sidrap

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Zulkifli Zain menggelar pelatihan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok di Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.

Pelatihan itu mendatangkan pemateri dari Praktisi Teknik Bioflok Metafokus Bogor, Jawa Barat, Hery Setyawan. Pelatihan digelar mulai Senin 21 hingga Selasa 22 Juni.

Zulkifli mengatakan, pelatihan itu digelar lantaran warga Desa Passeno ingin mengetahui budidaya ikan nila dengan sistem bioflok.

Terlebih, kata Ketua DPD II Partai Golkar Sidrap ini, ada banyak bantuan pemerintah terkait budidaya ikan menggunakan bioflok.

“Kami melihat kurang maksimal karena warga hanya diberikan fasilitas kolam tapi tidak dibekali ilmu budidaya ikan yang baik. Makanya kita fasilitasi warga untuk mengikuti pelatihan ini agar usaha budidaya ikannya tak gagal,” kata Zulkifli, Selasa 22 Juni.

Olehnya itu, ia berharap kegiatan itu memberikan pengetahuan untuk warga yang melakukan budidaya ikan.

Sementara itu, Hery Setyawan menjelaskan, bioflok berasal dari dua kata yakni bio artinya kehidupan sementara flok berarti gumpalan.

“Dalam teknik bioflok bertujuan mengubah feses ikan yang biasanya meracuni ikan itu menjadi flok. Flok ini bisa dipakai untuk hemat pakan karena dimakan oleh ikan,” jelas Hery.

Hery mengemukakan, teknik budidaya ikan dengan sistem bioflok ini berbeda dengan teknik budidaya lain.

“Teknik budidaya lain biasanya setiap feses ikan, amoniak yang terbentuk di dalam kolam itu dibuang melalui pembuangan air kolam. Tetapi dalam teknik bioflok ini, kita justru tidak membuang airnya, seluruh kotoran dalam kolam diubah jadi flok sehingga dimakan oleh ikan. Makanya kita hemat pakan, air, dan lahan,” ujar dia.

Dia menyebutkan, teknik budidaya bioflok itu untuk semua jenis ikan. Sebab, budidaya ikan dengan menggunakan bioflok sebenarnya teknik pengolahan air.

“Sering kita salah kaprah bahwa bioflok untuk jenis ikan tertentu, padahal bioflok itu teknik pengolahan air. Kalau airnya bagus, ikannya terserah kita. Baik ikan tawar mau pun asin, karena teknik ini fokus memelihara kualitas airnya. Nanti kita bisa pelihara ikan nila, lele, gurame, bawal bahkan udang. Karena yang terpenting bagi ikan yakni kualitas airnya,” pungkasnya. (ami/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *