Tekan Lonjakan Covid-19, PMI Pusat Lakukan Penguatan Operasi

  • Whatsapp
Tekan Lonjakan Covid-19, PMI Pusat Lakukan Penguatan Operasi
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla saat melepas armada gunner dan logistik untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta di Gudang Darurat PMI , Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis 10 Juni, pagi tadi.

PAREPOS.CO.ID,JAKARTA– Memasuki minggu ketiga setelah Hari Raya Idul Fitri, sejumlah daerah tercatat mengalami lonjakan kasus Covid-19. Salah satunya Provinsi  Jawa Tengah yang mengalami kenaikan kasus signifikan hingga 120 persen. Menanggapi lonjakan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, melakukan penguatan operasi dengan mensiagakan sejumlah personel pada wilayah tersebut dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara massif.

Tindakan tersebut diambil PMI untuk membantu pemerintah setempat menanggulangi lonjakan kasus Covid-19. Khusus dalam hal membendung lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Tengah, PMI mengalihkan sejumlah armada mobil penyemprot cairan disinfektan (gunner spray) dan mengirimkan masker dan perlengkapan perlindungan diri ke beberapa daerah di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla (JK) menyatakan telah memerintahkan agar personel PMI melakukan penguatan operasi di Provinsi Jawa Tengah. “Dalam rapat koordinasi, para kepala Markas, khususnya yang di Jawa Tengah, sudah kami instruksikan untuk penguatan operasi. Kami juga di Markas Pusat akan menyediakan logistik yang diperlukan,” ujar JK saat melepas armada gunner dan logistik untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta di Gudang Darurat PMI , Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis 10 Juni, pagi tadi.

Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said menambahkan, sejumlah kepala markas PMI diinstruksikan menyiagakan jajarannya di posko-posko penyekatan mikro maupun makro. Mereka diminta aktif melaksanakan promosi kesehatan serta membagikan perlengkapan perlindungan diri ke masyarakat setempat. ” Jadi bukan hanya di Jawa Tengah, tapi daerah lain juga berpotensi ada kenaikan. Kita harus antisipasi lebih dini lonjakkan itu,” terangnya.

Penyemprotan Disinfektan di Sekolah

Memasuki tahun ajaran baru bulan Juli 2021 mendatang, pemerintah akan mengizinkan sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Keputusan tersebut diambil pemerintah setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidikan. Menanggapi keputusan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka secara terbatas tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) akan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap seluruh sekolah yang ada di Indonesia, demi memutus mata penyebaran Covid-19 yang bisa saja virusnya transit di area yang selalu tersentuh manusia.

Sekjen PMI, Sudirman Said melalui Surat Edaran bernomor 0698/PB/VI.2021, ia memerintahan para pengurus PMI daerah aktif berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di wilayah setempat. Relawan juga diminta memetakan peran dalam rencana tersebut. Sudirman menjelaskan, tugas dan fungsi relawan yang telah disepakati hendaknya juga didukung dengan kapasitas relawan yang mumpuni. Begitu juga dengan jejaring relawan di sekolah, Sudirman meminta pelibatan PMR dan guru PMR dalam upaya memastikan protokol kesehatan dipatuhi di lingkungan sekolah. “Maksimalkan spraying disinfektan ke sekolah-sekolah. Juga pastikan protokol kesehatan dipatuhi dalam semua aktivitas PMI,” tukasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *