Sulbar jadi Perhatian, Menko PMK: Belum Miliki RSJ

  • Whatsapp
Sulbar jadi Perhatian, Menko PMK: Belum Miliki RSJ
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat berbincang dengan salah satu pasien di RSKD Dadi Makassar

PAREPOS.CO.ID,MAKASSAR– Sulawesi Barat (Sulbar) dan lima provinsi di Indonesia masih belum memiliki rumah sakit jiwa (RSJ) atau RS yang khusus menangani masalah kesehatan akibat gangguan kejiwaan. Diantaranya, yaitu Provinsi Sulawesi Barat, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Riau. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah akan memberikan perhatian khusus terhadap beberapa provinsi yang masih belum mempunyai RS jiwa. “Masih ada enam dan presiden sudah memerintahkan kepada saya untuk diselesaikan,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke RS Khusus Daerah (RSKD) Dadi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kemarin.

Menko PMK juga mengapresiasi RSKD Dadi karena fasilitas dan pelayanan yang dinilai sudah sangat baik. Untuk masalah sebagian pasien yang dilaporkan tidak ditanggung pembiayaannya akibat belum terdaftar kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan langsung dikoordinasikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Saya sudah minta diselesaikan. Pokoknya kalau di lapangan ketemu masalah harus diselesaikan. Itulah pentingnya turun lapangan, tidak bisa koordinasi hanya di atas meja karena setiap kasus itu macam-macam, tiap daerah berbeda-beda,” tandasnya.

Bacaan Lainnya

Direktur RSKD Dadi Arman Bausat mengungkapkan saat ini terdapat lebih 600 pasien jiwa rawat inap perhari, sedangkan kapasitas tempat tidur hanya sekitar 403. Hal itu lantaran di Provinsi Sulsel hingga kini hanya memiliki 1 (satu) RS jiwa. “Di sini juga tidak ada panti sosial untuk ODGJ Dinsos, sehingga RSKD Dadi seperti menjadi panti sosial. Belum lagi ada pembiaran oleh keluarga dan penolakan masyarakat menyebabkan pasien jiwa sulit dipulangkan,” jelasnya.

Seraya mengamini, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel berencana akan menyiapkan rumah produktif dan rumah kreatif bagi pasien yang telah dinyatakan siap untuk keluar dari RS jiwa dan akan memasuki fase pasca pemulihan sebelum kembali ke masyarakat. “Nanti di sana kita lihat case-nya, kita tidak mau bikin panti sosial lagi, tetapi lebih kepada rumah produktif dan rumah kreatif bagi mereka pasca pemulihan. Menyambung arahan Menko PMK, menurut Plt Gubernur Sulsel, pihaknya sudah mempersiapkan lahan seluas delapan hektare (8 ha) di Kabupaten Maros. Rencana di tahun 2022 sudah siap diformat untuk pengalihan dan pelimpahan.(*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *