Sengketa Warisan, BPN Enrekang Digugat Warga

  • Whatsapp
Sengketa Warisan, BPN Enrekang Digugat Warga
Pengadilan agama Enrekang saat melakukan mediasi kepada dua bela pihak yang bersengketa

PAREPOS.CO.ID,ENREKANG– Sebanyak 45 warga beserta Kepala Desa, Camat hingga Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Enrekang digugat oleh lima orang penggugat atas kasus warisan dan penyerobotan kepemilikan tanah. Kasus ini pun telah masuk dan bergulir dalam persidangan di Pengadilan Agama Negeri Enrekang dengan  Nomor: W.20-A21.Sku.9/Hk.05/III/2021. Kelima penggugat yakni Muhammad Nur, Abdullah, Sri Utami, Mitra Firdaus dan Firman Aldi Aminullah yang masih dalam satu rumpun kekerabatan.

Gugatan dipicu atas pengerusakan dan penyerobotan tanah diatas peninggalan Alm Latuo alias Ambe Lending, berupa tanah kebun yang sebagian dipergunakan untuk lokasi perumahan di Kampung Pusa, Desa Karueng, Kecamatan Enrekang. Luas lahan tersebut sekitar kurang lebih 3.500 meter persegi. Salah seorang penggugat, Muhammad Nur Bin Latuo menjelaskan, terdapat dua saudaranya yang ikut digugat dalam kasus tersebut. ” Kedua saudaranya yakni, Kadir dan Laming serta Irma tanpa sepengetahuannya, telah mensertifikatkan serta menjual tanah itu kepada salah seorang untuk dijadikan lokasi perumahan. Jadi pertanyaan juga apa dasar sehingga ada sertifikat, sedangkan semua bukti ada pada dirinya,”ujar Muhammad Nur.

Bukan hanya itu, salah satu saudaranya yakni Kadir yang tinggal di Papua telah berpindah keyakinan ke agama lain. Dan itu secara agama telah terhapus haknya sebagai ahli waris dan mendapatkan bagian dari peninggalan orang tua. Sedangkan, tentang gugatan kepada BPN Kabupaten Enrekang dikarenakan telah menerbitkan sertifikat yang belum dibagi kepada para ahli waris dari Alm Latuo dengan Alm Dira sebagai orang tua kami. Bahkan, walau telah mengajukan surat keberatan tetap tidak ditanggapi oleh BPN.

Dari pantauan parepos, kasus tersebut menjadi perhatian warga, terlebih saat ini telah bergulir di Pengadilan Agama Kabupaten Enrekang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *