Pulang Kampung, Ajbar Abdul Kadir Bergelut dengan Sampah

  • Whatsapp
Pulang Kampung, Ajbar Abdul Kadir Bergelut dengan Sampah
Tumpukan sampah yang menggunung di sekitar Pasar Wonomulyo, Polman

PAREPOS.CO.ID,POLMAN– Bukan hanya menyoroti soal tumpukan sampah. Anggota DPD RI asal Sulawesi Barat (Sulbar), Ajbar Abdul Kadir memanfaatkan waktunya untuk membersihkan tumpukan sampah yang ada di kampung halamannya. Bersama Pemerintah Kecamatan Wonomulyo, mantan Anggota DPRD Provinsi Sulbar itu terjun langsung membersihkan sampah yang berada diwilayah Kompleks Pasar Wonomulyo yang menumpuk dan beraroma tak sedap.

Penumpukan sampah tersebut, kata Ajbar Abdul Kadir, dampak dari penutupan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah oleh masyarakat di Desa Paku, Kecamatan Binuang. “Saat ini banyak sampah menumpuk, terlihat di daerah Polewali hingga Wonomulyo. Seperti di Jalan Padi Unggul 1 dan 2, warga yang melewati daerah ini merasa tak nyaman dengan aroma tak sedap dari tumpukan sampah yang bertumpuk selama lima hari tanpa ada yang mengangkutnya,”ujarnya, Minggu 6 Juni 2021, disela kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakannya.

Bacaan Lainnya

Dia pun mengakui, kondisi ini tak boleh dibiarkan terus seperti ini dan harus diambil langkah atau upaya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan. Pasalnya, jika kondisi ini terus terjadi dan sampah menumpuk dan tidak dicarikan solusi. Maka yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat itu sendiri. “Jangan saling menyalahkan, harus ada solusi dari pemerintah dengan kondisi yang terjadi. Ini ada 1000 lebih kantong plastik untuk membungkus sampah yang bertumpuk dan berserakan, lalu dibuang sementara ditempat lain dan tidak menganggu masyarakat dengan aroma tak sedapnya,”tegasnya.

Ia pun meminta pemerintah agar segera mencarikan solusi, dan dikelola dengan baik. “Persoalan sampah tidak akan ada habisnya, akan tetapi jika pemerintah daerah bertindak cepat dan terarah maka sampah akan bersahabat dengan masyarakat,”jelasnya. Terpisah, Camat Wonomulyo Asrul Yambas mengapresiasi upaya yang di lakukan warga, babinsa yang diinisiasi senator asal Sulbar Ajbar Abdul Kadir dalam membersihkan sampah. Memang persoalan sampah adalah urusan kita bersama, sehingga kita berharap kepada warga untuk dapat memperhatikan sampah dan memilah sampahnya sebelum dibuang. ” Sambil menunggu TPA dibuka atau ada TPA lain, kita imbau warga agar sebelum membuang sampahnya harus memilah sampah basah dan keringnya sambil menunggu pemerintah mencarikan solusi,”singkat Asrul Yambas.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polman, Ir Hj Rahmin MSi menuturkan, akan segera
memperbaiki kerusakan yang ada di area TPA di Desa Paku, Kecamatan Binuang. “Cuma satu solusinya melakukan perbaikan, karena TPA di Desa Paku yang dinilai paling berstandar dibanding kalau membuat TPA baru,”katanya. Pengelolaan TPA, lanjut Hj Rahmin,
seharusnya ditangani dulu oleh pihak Balai Cipta Karya. “Kami telah mengusulkan mengenai pelaksanaan fisik di TPA untuk TA 2023, dan perencanaannya di Tahun 2022,”jelasnya.

Tentang penanganan sementara sampah, agar tidak berbau dan mengganggu kenyamanan warga di area TPA sampah. Maka, Kementerian PU akan melakukan ekspose, kemudian dalam penanganannya akan berproses. “Tidak bisa sekaligus atau langsung, jadi untuk sementara dalam menghilangkan baunya, maka diupayakan ada penimbunan dulu. Kemudian TPA disana, sifatnya sudah kontroling jadi setiap 5 hari akan kami lakukan penimbunan,”jelasnya. Terkait keluhan warga di Desa Paku, lanjut Kepala DLHK, mengenai limbah-limbah sampah memang sudah mencemari area lingkungan sampai ke persawahan, termasuk air sumur yang ada di sekitar area TPA. “Kami sudah melakukan pengambilan sampel untuk diteliti di laboratorium untuk mengetahui apakah airnya masih bersih dan masih aman untuk dikonsumsi,”tutupnya.(win/B)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *