Program Desaku Adil, Tujuh Desa jadi ‘Pilot Project’ Digitalisasi Keuangan di Polman

  • Whatsapp
Program Desaku Adil, Tujuh Desa jadi 'Pilot Project' Digitalisasi Keuangan di Polman

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Polman menjadikan tujuh desa sebagai ‘Pilot Project’ digitalisasi keuangan desa dalam upaya mendukung program desaku adil. Hal itu dikarenakan pengelolaan keuangan desa saat ini masih menggunakan sistem manual yang berimbas pada banyak permasalahan yang dialami selama ini dengan sistem tersebut. Seperti keterlambatan pencairan, penyaluran bantuan dan beberapa persoalan lainnya.

Berangkat dari persoalan tersebut melalui Latpim Nasional tingkat II angkatan VII Tahun 2021. Mantan Kadis DPMD Kabupaten Polman, Aswar Jasin mendorong agar desa menggunakan sistem pengelelolaan keuangan digital untuk memudahkan dalam pengelolaan keuangan. “Desaku adil ini merupakan proyek perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II angkatan VII tahun 2021. Proyek perubahan yang bertujuan memudahkan perangkat desa dalam pengelolaan keuangan dan transparansi keuangan,”kata Aswar Jasin yang kini menjabat Kadis Sosial Polman, Selasa 29 Juni, siang tadi.

Bacaan Lainnya

Tujuh desa yang akan menjadi ‘Pilot Project’ tersebut diantaranya Desa Bonne-bonne, Panyampa, Mirring, Dakka, Tamangalle, Sepabatu dan Samasunddu. Lebih jauh, kata Aswar, melalui sistem pengelolaan keuangan desa yang sebelumnya dilakukan secara manual saat ini sudah menggunakan sistem digital. Pengelolaan keuangan desa berbasis digital ini sejalan dengan keinginan Kementerian Desa (Kemendes) agar semua pemerintah desa kedepannya menggunakan sistem berbasis digital. “Kedepan bendahara desa tidak lagi memegang uang tunai, semua transaksi akan dilakukan secara digital sehingga memudahkan dalam pengelolaan keuangan. Dan akan memudahkan DPMD dalam pengawasan anggaran yang dilaksanakan desa karena semua akan menggunakan sistem transfer,”jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang PMD Polman, Abdul Malik mengapresiasi program desaku adil. Diakuinya, dalam upaya mendukung pelaksanaannya maka pihaknya menindaklanjutinya dengan penyebaran informasi hingga ke tingkat desa sebagai upaya mensukseskan program desaku adil. “Muda-mudahan pengelolaan keuangan desa semakin maju, semakin baik,”ujarnya.

Senada diungkapkan, Tenaga Ahli Desa Kabupaten Polman Fitriah dimana kedepan semua desa akan didorong menggunakan sistem digital dalam pengeolaan keuangan hingga pariwisata. Menurutnya, sistem digital sangat membantu ditengah pandemi Covid-19, penyaluran BLT pun dapat dilakukan dengan sistem transfer sehingga tidak lagi membuat kerumunan masyarakat. Keunggulan lainnya yakni penarikan dana akan lebih mudah dan pencatatan transaksi keuangan secara otomatis tercatat. “Dari 144 Desa hanya 7 Desa yang menjadi ‘pilot project’ tentunya ini menjadi keberuntungan bagi desa tersebut,”ungkapnya.(win/B)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *