Presiden Jokowi akan Resmikan Dua Bendungan di Kabupaten Wajo

  • Whatsapp
Presiden Jokowi akan Resmikan Dua Bendungan di Kabupaten Wajo
Bupati Kabupaten Wajo, Amran Mahmud bersama Plt Gubernur Sulsel saat bertamu di Rujab wakil Gubernur Sulsel

PAREPOS.CO.ID,MAKASSAR– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) rencananya akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Kunjungan orang nomor satu ke daerah sutera dilaporkan, Bupati Kabupaten Wajo, Amran Mahmud saat bertamu di Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Rabu 16 Juni, malam tadi. Berbagai agenda kegiatan akan dilakukan Presiden Jokowi diantaranya, meresmikan Bendungan Paselloreng dan Gilireng di Kecamatan Gilireng, Wajo.

Bupati Wajo melaporkan mengenai Participating Interest (PI). Participating Interest (PI) adalah proporsi kepemilikan produksi dan eksplorasi atas suatu wilayah kerja migas. Participating interest (PI) merupakan keikutsertaan badan usaha termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan bentuk usaha tetap dalam pengelolaan hulu migas melalui pengalihan Participating Interest (PI). “Rencananya Participating Interest akan dilakukan segera. Kita perlu dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk penyelesaian dokumen BUMD,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman pun berharap dengan akan diresmikannya Bendungan Paselloreng dan Bendungan Gilireng oleh Bapak Presiden. Maka tentunya, akan bisa dimanfaatkan masyarakat, baik untuk bidang pertanian maupun lainnya. Serta bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar dan Wajo pada umumnya.

Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, kunjungan kerja Presiden Jokowi di Sulsel, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian bagi Sulsel. ” Kedatangan Presiden sebagai bentuk kepedulian dan perhatian bagi Sulsel, Mengingat belum lama ini sudah berkunjung di Sulsel dalam peresmian beberapa proyek sekaligus memantau vaksinasi Covid-19,” tuturnya. Menurutnya, hadirnya bendungan ini sebagai bentuk investasi Pemerintah. “Investasi ini yang dirasakan langsung oleh masyarakat banyak,” pungkasnya.

Lebih jauh, Plt Gubernur Sulsel mengaku mengenai Participating Interest (PI) berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37/2016 Tentang Penawaran PI Maksimal pada wilayah minyak dan gas bumi. “Pemerintah Provinsi akan mengajukan Perda untuk pembentukan BUMD, Kabupaten Wajo juga (ajukan perda). Nantinya Pemprov dan Pemda mendapatkan 10% dari pengelolaan migas yang beroperasi,” jelasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *