Pasien DBD Meningkat di Sidrap, Mayoritas Anak-anak

  • Whatsapp
Pasien DBD Meningkat di Sidrap, Mayoritas Anak-anak
Pasien DBD yang didominasi anak-anak di Rumah Sakit Nene Mallomo, Sidrap

PAREPOS.CO.ID,SIDRAP– Teror atas kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sidrap terus mengalami peningkatan. Dari dua rumah sakit yakni, Rumah Sakit (RS) Nene Mallomo di Pangkajene dan RS Arifin Nu’mang di Rappang ruang perawatannya dipenuhi pasien DBD yang mayoritas anak-anak. Berdasarkan data informasi yang berhasil dihimpun PAREPOS Online, RS Nene Mallomo merawat sebanyak 24 pasien anak-anak berusia sekira 5-15 tahun. Sedangkan di RS Arifin Nu’mang menangani sebanyak 68 pasien DBD sejak Januari hingga 15 Juni 2021.

Kasubag Tata Usaha RS Nene Mallomo Sidrap, Muh Yahya mengatakan, lebih 10 pasien DBD sembuh dan dibolehkan pulang. Sementara itu, beberapa pasien DBD baru masuk. “Kami menyiapkan beberapa ruangan jika pasien rujukan DBD membeludak. Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga bisa dipakai pasien DBD untuk menunggu dokter,” kata Yahya, Selasa 15 Juni, kemarin.

Bacaan Lainnya

Di samping itu, katanya, pihak RS akan menambah jumlah tempat tidur meskipun kapasitas ruangan tak memadai. Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat mengerti kondisi itu. Sebab memang sarana dan prasarana terbatas. Maka dari itu, ia meminta pihak Puskesmas merujuk pasien DBD ke RS yang lainnya agar pasien tak menumpuk. “Masih ada RS Arifin Nu’mang dan Anugrah. Pasien DBD sebagian bisa di sana,” pintanya.

Sementara itu, Direktur RS Arifin Nu’mang, Budi Santoso mengungkapkan, ruang perawatan anak dipenuhi pasien DBD dengan jumlah 21 tempat tidur. Saat ini, pihaknya akan menambah 22 tempat tidur jika terjadi lonjakan pasien DBD. “Data tadi pagi, ada lagi pasien DBD masuk 9 orang. Terdiri dari 8 anak dan 1 dewasa,” ujarnya. Saat ini terdata, RS Arifin Nu’mang tengah menangani sebanyak 68 pasien DBD sejak Januari hingga 15 Juni 2021. “Adapun rincian pasien DBD yang kami tangani yakni pada Januari 2 pasien, Februari 9 dan 1 meninggal, Maret 16 pasien, April 13 pasien, Mei 12 pasien dan 1 meninggal, dan Juni 16 pasien dan 1 meninggal. Jadi total yang meninggal dunia ada 3 pasien,”tutupnya. (ami/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *