Nimbrung Temu Kangen Dua Sahabat Lama

  • Whatsapp
Nimbrung Temu Kangen Dua Sahabat Lama

DUA sahabat telah berpisah cukup lama sepakat temu kangen, di Cafe D’Carlos Parepare. Itulah Kapolres Enrekang Dr. Andi Sinjaya Ghalib, SH, S. Ik, MH dan Arsyad Hakim, SS, Pemimpin Redaksi Harian FAJAR Makassar.

Catatan; Ibrahim Manisi

Seperti biasa, Pemred yang akrab disapa Acha itu, setiap akhir pekan ke Parepare selalu mengajak saya dan sahabatnya yang lain ngopi bareng. Biasanya di warkop sweetness588. Tapi kali ini, di Cafe D’Carlos.

Nimbrung pada temu kangen, baru-baru ini; Wartawan muda Jamal Putra Pare Perjaka, saya Ibrahim Manisi disusul Plt. Ketua PWI Pinrang Masrul Umar dan terakhir Plt. Ketua PWI Sidrap – Enrekang Marno Pawessei.

Meski dadakan namun acara ini tetap mematuhi Prokes, pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Tentu saja tak ada cipika cipiki. Semula pak Acha, panggilan akrabnya Arsyad Hakim menyiapkan tempat di bagian dalam. Namun Kapolres Enrekang Andi Sinjaya memilih teras depan yang terbuka sehingga terkesan santai.

Seusai pesan kopi dan penganan, Arsyad pun mengawali nostalgianya. “Bang, tujuh belas tahun pisah baru ketemuan hari ini, ya?”. Seingat saya, lanjut Arsyad, saya ditugaskan ke Jakarta akhir tahun 2004 tanpa pamit teman-teman. “Kemana aja selama ini bang?”, tanya Arsyad memancing Andi bercerita.

Andi Sinjaya Ghalib lulus AKPOL 2002 dan ditugaskan sebagai Pama (perwira pertama) di Polsek Makassar. Sedang Arsyad, saat itu juga masih reporter beru di Harian FAJAR. Bertemulah seorang perwira polisi baru dengan wartawan baru hingga bersahabat lalu berpisah cukup lama.

Mendengar cerita pengalaman masing-masing yang sesekali diselingi tawa ria ha ha ha hi hi hi, kami pun berempat hanya meramaikan suasana dengan hi hi hi ha ha ha.

Hal yang berkesan bagi Arsyad saat di Jakarta, katanya, hampir setiap hari mangkal di DPR RI Senayan. Secara tak sengaja bertemu dengan mantan Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib, ayah Andi Sinjaya. Saat itu ia duduk di fraksi PPP. “Kondisi ini rasanya aneh tapi nyata. Bersahabat anaknya, berteman bapaknya”, ujar Acha disambut tawa hadirin.

Kapolres Enrekang

Giliran Kapolres Enrekang bernostalgia. Andi Sinjaya, buah hati pasangan Andi Muhammad Ghalib (ayah) – Andi Murniati (ibu) ini mengawali karirnya sebagai polisi sejak lulus dari Akpol 2002.

Sekitar 7 tahun bertugas di berbagai posisi di jajaran Polda Sulawesi Selatan, pria ganteng kelahiran Jakarta 13 Januari 1981 ini, lulus masuk PTIK Angkatan 51 tahun 2007-2009. Andi mendapat tugas baru sebagai Pama di Polda Jawa Timur. Berawal dari jabatan Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, terus berpindah tugas di sekitar Surabaya hingga ikut Pasis Sespimmen Angkatan 56 tahun 2016.

Selesai Sespimmen, Sinjaya ditugaskan menjabat Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda NTT (2016). Lalu terbang ke Jambi menjabat Kasubdit II Cyber & Fismondev Ditreskrimsus dan Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jambi. Kemudian masuk Kanit II Subdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (2018). Selanjutnya, ia menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (2018) dan terakhir Koorgadik SPN Lido Polda Metro Jaya (2020)

Kemudian dikembalikan ke Polda Sulsel dan pada 13 Oktober 2020, AKBP Dr. Andi Sinjaya Ghalib, SH, S. Ik, MH resmi menjabat Kapolres Enrekang hingga sekarang.

Pin Emas

Karir Andi Sinjaya mulai bersinar terang saat ia berhasil membuat terobosan penting berupa Digitalisasi Pendidikan pertama dalam pembelajaran melalui Aplikasi SIGAP (Siswa Gadik Pengasuh).

Karya monumental Andi tersebut, sangat membantu ketiga komponen tersebut dalam melakukan proses belajar mengajar melalui metode Aplikasi Interaktif. Atas jasanya itu, Kapolri pun menghadiahi Pin Emas, kepada AKBP Andi Sinjaya, 12 April 202 lalu.

Di tempat pengabdiannya saat ini, Kapolres Enrekang yang satu ini kembali menorehkan karyanya yang mendapat pujian Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam dan Bupati Enrekang Muslimin Bando.

Selain ia berhasil membangun gedung pelayanan publik Wicaksana Laghawa di Polres Enrekang, Pamen Polri yang satu ini juga sukses membangun dan merenovasi Asrama Anggotanya dengan bantuan dana hibah dari Pemkab Enrekang Rp. 4 Miliar.

Acara temu kangen dua sahabat itu, terpaksa ditutup dengan ha ha ha hi hi hi lantaran permintaan maaf saya kepada putra Andi Ghalib itu. “Komandan, saya mohon maaf karena selama ini saya kira komandan anak teman saya pak Galib, fotografer Harian FAJAR Makassar dulu”, ujar saya disambut tawa teman-teman termasuk Kapolres Enrekang yang ramah itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *