Musnahkan 5 Kg Sabu Jaringan Internasional , BNN Sulbar: Pelaku Terancam Hukuman Mati

  • Whatsapp
Musnahkan 5 Kg Sabu Jaringan Internasional , BNN Sulbar: Pelaku Terancam Hukuman Mati

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulbar bersama BNNK Kabupaten Polman musnahkan barang bukti narkoba jenis sabu yang berjumlah kurang lebih 5,846,41 kilogram. Pemusnahan barang haram tersebut digelar dipelataran Kantor BNNK Polman, Senin 28 Juni 2021. Hadir dalam pemusnahan itu, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Kepala BNN Sulbar Brigjen Pol Drs Sumirat serta sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sulbar dan prjabat instansi vertikal lainnya.

Kepala BNN Provinsi Sulbar Brigjen Pol Drs Sumirat mengatakan, barang bukti narkoba yang dimusnahkan ini berasal dari beberapa kasus yang berbeda. Diantaranya, kasus dari pengungkapan pertama pada tanggal 22 Mei 2021 sekitar pukul 19.30 wita tepatnya di wilayah perbatasan Polman-Pinrang, Desa Paku, Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Dalam pengungkapan itu BNN mengamankan 6 orang laki-laki yang diduga jaringan peredaran narkotika. ” Pertama yang diamankan Muh Ali (41) warga Dusun Palludung, Desa Landi Kannusuan, Kecamatan Mapilli bersama Naharuddin (41) warga Dusun Manye-manye, Desa Kurma, Kecamatan Mapilli. Dari tangan kedua tersangka dimankan 1 bungkusan plastik yang berisikan narkotika jenis shabu dengan berat kurang lebih 49 gram, yang disimpan keduanya di balik setir mobil minibus berwarna merah dengan nomor Polisi DC 1541 CW,”jelasnya.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, dari pengungkapan itu di lakukan pengembangan. Dimana BNN berhasil menangkap Andi Mangkau Ubur (45), warga Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo dan Sappe (36) warga Kanusuang, Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, dan juga Husain (40) warga Desa Palece, Kecamatan Limboro. “Dari hasil pengembangan terhadap para tersangka, barang bukti sabu berhasil diungkap di Desa Alitta, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulsel. Petugas menyamar sebagai pembeli, dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti sabu seberat 49 gram dan 2 buah Hp dan uang tunai sebesar Rp 6 juta dari tersangka Lamadde (46),”jelasnya.

Selanjutnya, pada kasus kedua yakni Rabu, 2 Juni 2021 sekitar Pukul 19.30 Wita. Dimana personel gabungan Tim Pemberantasan BNNP Sulbar dan Seksi Pemberantasan BNNK Polman mengamankan 1 orang yang diduga jaringan internasional. Dari informasi akan adanya pengedar narkoba jenis sabu ke Sulbar, tepatnya di Polman Tim gabungan Bidang Pemberantasan BNNP Sulbar bersama Tim pemberantasan BNNK Polman melakukan pendalaman terkait informasi tersebut. Dan berhasil diamankan seorang yang diduga membawa sabu dengan menggunakan mobil di Jalan Poros Polman – Pinrang, Desa Paku.

Petugas langsung mencegat mobil Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi DD 1164 CN yang berpenumpang 1 orang yang terlihat gerak gerik sangat mencurigakan. Setelah dilakukan penggeledahan, maka ditemukan 2 plastik besar berisikan narkoba seberat 290 gram yang di sembunyikan pelaku di dalam sepatunya, serta 1 buah HP Nokia.

Lebih jauh, Kepala BNN Sulbar menjelaskan kasus ketiga, pada hari Jumat, 18 Juni 2021 sekitar Pukul 13.30 Wita. Dimana kembali ditemukan dari barang bawaan seorang perempuan atas nama Madina dengan 10 klip bungkusan yang berisikan narkotika dengan berat 479,1990 gram yang disimpan dibungkusan ban bekas dan 1 Hp merek Vivo Y81. Dari
pengembangannya, Senin 21 Juni 2021 sekitar pukul 17.30 wita. Diketahui jika pemilik barang sabu tersebut milik Mina (55) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Mina adalah warga Dusun Patto-patto, Desa Luyo, Kecamatan Luyo dan diamankan di Jalan Batu Mangompib, Desa Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

Dan juga turut serta diamankan, Basri alias Papa Rozak Bin Saruddin warga Kecamatan Campalagian yang berdomisili di Jalan Batu Mangompib, Desa Taipa Kecamatan Palu Utara, Kota Palu.  ” Papa Rozak Bin Saruddin ini diduga kuat adalah jaringan dari Mina yang merupakan jaringan internasional, dari Negara Malaysia,”ungkapnya.

Para pelaku disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Juntho Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara atau pidana mati.(win/B)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *