MUI Pinrang Resah Maraknya Judi Berkedok Game Online

  • Whatsapp
MUI Pinrang Resah Maraknya Judi Berkedok Game Online

PAREPOS.CO.ID, PINRANG– Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pinrang mulai khawatir dengan maraknya permainan judi berkedok game online. Terlebih permainan itu, kini sudah menyentuh kalangan anak usia sekolah. Hal itu terungkap dalam rapat terbatas MUI bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), diruang rapat Bupati Pinrang, Senin 21 Juni 2021.

Dalam pertemuan itu, Kapolres Pinrang AKBP M Arief Sugihartono mengungkapkan, tugas dan peran kepolisian dalam hal memberantas perjudian ini sudah dimulai sejak lama. Dan dirinya menegaskan tidak ada kompromi dengan penyakit masyarakat tersebut. “Berkaitan dengan narkotika dan judi, saya tidak ada kompromi. Pasti akan kami tindak,” tegas Kapolres Pinrang.

Senada diungkapkan, Kepala Kejaksaan Negeri Pinrang Agus Khairuddin dimana menurutnya, judi yang mengandalkan jaringan internet itu masih tergolong jenis baru. Namun, dampak yang ditimbulkan sama dengan judi konvensional di tengah masyarakat.
Kejaksaan pun tidak akan berkompromi dengan aksi judi dan narkotika.

Sementara itu, Bupati Pinrang HA Irwan Hamid berpesan dengan membuminya game online merupakan tugas bersama untuk memberantas penyakit masyarakat tersebut. Lebih jauh, lanjutnya, penyakit masyarakat berkaitan judi merupakan penyakit lama, namun saat ini kembali merambah ditengah masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Maka tugas dan peran Forkopimda dan FKUB dalam memberantas judi ini tentunya tidak dapat lepas dari peran masyarakat dalam hal pembinaan bagi anggota keluarganya. ” Minta peran aktif masyarakat dalam menjaga keluarga dari pengaruh judi online. Kami tentunya berharap bantuan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam hal memberantas penyakit masyarakat tersebut,”harapnya.

Dari pertemuan itu diketahui, jika para pelaku perjudian jenis baru ini dapat dikenakan Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dimana para pelaku penyebaran konten perjudian dapat dikenakan pidana kurungan maksimal 6 tahun penjara.

Seperti diketahui, saat ini situs judi online bergentayangan di dunia maya, diantaranya baccarat, poker, koprok, roulette, taruhan bola, blackjack, kiukick, balap kuda, sampai sabung ayam yang disiarkan secara langsung via livestreaming. Aksesnya sangat mudah, bisa lewat komputer jinjing bahkan telepon seluler. Pemain cukup mendaftar, top up saldo, taruhan bisa segera dimulai. Recehan hingga jutaan rupiah pun bisa dipertaruhkan.(mnr/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *