Miris, IPAL tak Berfungsi, Limbah Medis Puskesmas Dibuang ke Selokan

  • Whatsapp
Miris, IPAL tak Berfungsi, Limbah Medis Puskesmas Dibuang ke Selokan
Kepala Subbagian Perencanaan dan Pelaporan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Soppeng, Retno Saputra

PAREPOS.CO.ID, SOPPENG– Limbah medis adalah sisa-sisa produk baik itu biologis maupun non biologis yang dihasilkan oleh rumah sakit, klinik, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Limbah medis bisa berupa darah, cairan tubuh, tubuh, maupun alat-alat yang sudah terkontaminasi seperti jarum suntik, kain kasa, selang infus, dan lain-lain. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber kontaminasi. Hal ini pun menjadi sorotan masyarakat yang tinggal di wilayah Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Diduga karena kendala teknis, mesin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Puskesmas Ganra tidak difungsikan sejak Desember 2020.

Kepala Subbagian Perencanaan dan Pelaporan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Soppeng, Retno Saputra membenarkan kondisi tersebut saat ditemui, Rabu 2 Juni 2021. Dia juga menapik terkait dengan tidak pernahnya difungsikan mesin IPAL sejak diadakan pada Desember 2020 lalu. “Pernah difungsikan, mungkin karena ada kendala teknis antara operator dan teknisi makanya berhenti,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Kedati begitu, dia juga menampik limbah cair dari PKM dibuang di pemukiman warga, yang bisa berdampak pada lingkungan. “Limbah cair dari PKM sementara dibuang ke bak saluran septic tank kemudian ke saluran selokan,” terangnya. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan terus berusaha menganggarkan agar fasilitas kesehatan di tiap puskesmas masing-masing memiliki IPAL. “Jadi tahun lalu baru dapat, dan ada sembilan puskesmas sudah memiliki IPAL,” katanya.

Untuk tahun ini, lanjut Retno, ada sembilan puskesmas mendapatkan pengadaan IPAL. ” Tahun 2022 sisa Puskesmas Salotungo,”tutupnya. Sebelumnya, Kasi Kesling PKM Ganra, Suriani mengatakan pihaknya sudah meminta teknisi untuk datang terkait pengoperasian dan kondisi IPAL. Pasalnya, IPAL Puskesmas yang terpasang sejak tahun 2021 dan sampai saat ini belum dioperasikan. “Belum digunakan karena belum paham cara pengoperasiannya sehingga limbah medis masih dalam penampungan,” ungkap Suriani. Dari pantauan media, semenjak mendapatkan sorotan dari media mesin IPAL yang berada pada belakang gedung Puskesmas Ganra mulai dioperasikan.(ima/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *