Kunjungi Balitsereal, Bupati Pangkep Boyong Bibit untuk Petani

  • Whatsapp
Kunjungi Balitsereal, Bupati Pangkep Boyong Bibit untuk Petani
Bupati Pangkep, HM Yusran Lalogau didampingi Profesor Riset Hama dan Penyakit, Prof Armin Muis dalam kunjungannya di Balisereal Maros

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Dari hasil kunjungan di Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Kabupaten Maros. Bupati Pangkep, HM Yusran Lalogau memboyong pulang bantuan bibit jagung bagi petani diwilayahnya. “Kemarin, saya berkunjung ke Balitsereal di Kabupaten Maros, Alhamdulillah mendapatkan bantuan bibit jagung untuk 50 hektare lahan,” kata Yusran, Selasa, 15 Mei 2021, di hadapan para anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Marang.

Bupati termuda di Sulsel itu menuturkan, dalam kunjungannya di Balitsereal dirinya langsung bertemu Kepala Balitsereal, Muhammad Azrai dan ditemani Profesor Riset Hama dan Penyakit, Prof Armin Muis. “Kami bercerita banyak, terkait bagaimana mengembangkan budidaya pertanian bagi peningkatan taraf ekonomi bagi petani ,” katanya. Dan hasil dari perjuangan itu, Balisereal memberikan bibit varietas jagung untuk masyarakat Pangkep.

Bacaan Lainnya

Bukan hanya itu, lanjutnya, kedepannya akan ada pelatihan dan pembinaan untuk petani, dan bekerjasama dengan Balitsereal. “Kelak, petani sisa sediakan lahannya. Dan akan diberikan pelatihan dan juga pembinaan mulai dari awal hingga panen,” ujarnya, sesuai hasil pertemuannya dengan pihak Balitsereal. Ditambahkannya, untuk hasil panen kelak akan langsung dibeli oleh pihak yang memberikan bantuan. Intinya petani hanya diminta untuk kesediaan lahannya. “Harga sudah diatas pasaran, jika sebelumnya dihargai Rp4000 per kg oleh pihak pengepul, maka pihak PT Pertani akan membeli dengan harga Rp5000 per kg. Apabila petani bersedia maka saya sendiri yang akan memfasilitasi untuk penandatanganan MoU dengan pihak pemberi bantuan,” kata Yusran.

Bibit Nasa 29

Sementara itu, Prof Armin mengatakan, melalui program Menteri Pertanian mengupayakan ketersedian bibit. Walau masih belum mencukupi, maka rencananya akan mengajak investor dari luar untuk kerjasama dan menyediakan bibit bagi petani di Sulaweai Selatan. Bibit Nakula Sadewa (Nasa) 29 yang kini menjadi varietas unggulan sangat diharapkan bisa memasok bibit. “Bibit Nasa 29 merupakan varietas unggulan yang diluncurkan Presiden Jokowi 2017 lalu. Dan saya berharap Bupati Pangkep menyempatkan waktu, bisa berkunjung ke Minahasa tempat pengembangan varietas jagung nasa 29,”tutupnya.

Petani asal Marang, Yusuf mengatakan perhatian dan perjuangan itu sangat berarti untuk petani. “Saat ini memasuki musim gaduh atau peralihan ke musim kemarau. Dan sudah merupakan langkah yang baik untuk masyarakat memanfaatkan lahan buat ditanami jagung. Apalagi di masa pandemi covid seperti ini, tentu bisa saja dengan bantaun bibit pertanian bisa lebih membantu ekonomi petani,” katanya.

Seperti diketahui, bibit NASA 29 memiliki umur panen 100 hst dengan warna biji kuning-oranye. Potensi hasil yang tinggi mencapai 13,5 t/ha. Selain potensi hasil yang tinggi, jagung ini memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar. Keunggulan jagung hibrida tongkol ganda NASA 29 ini adalah stay green, yaitu warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan. Peningkatan hasil > 35% dari jagung hibrida tongkol dua dan rendemennya tinggi serta janggel yang keras.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *