Ketua Dekranasda Pangkep Akui BLK Tingkatkan Keterampilan Anak Muda

  • Whatsapp
Ketua Dekranasda Pangkep Akui BLK Tingkatkan Keterampilan Anak Muda
Ketua Dekranasda Kabupaten Pangkep, Nurlita Wulan Purnama saat menghadiri pelaksanaan pelatihan di BLK Pangkep

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pangkep terus berusaha menciptakan tenaga kerja terampil dan kompetitif yang siap bersaing di bursa kerja. Tahun ini, BLK Pangkep menargetkan 300 orang yang dinyatakan lulus dan bersertifikasi di sejumlah pelatihan.
Hingga semester awal, total peserta yang telah dinyatakan lulus mencapai 208 orang. Angka ini akan terus bertambah, mengingat masih ada sejumlah pelatihan yang telah dilaksanakan. Hal itu terungkap dalam pelatihan Tahap II, Senin, 28 Juni 2021, yang ikut dihadiri Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (​Dekranasda) Kabupaten Pangkep.

Ketua Dekranasda Kabupaten Pangkep, Nurlita Wulan Purnama dalam sambutannya berharap dengan adanya pelatihan ini. BLK memberikan instrumen dalam meningkatkan keterampilan kepada anak muda yang siap pakai dan memiliki keterampilan dan kompetensi. “Kalau mereka punya keterampilan dan kompetensi, mereka akan siap pakai dalam dunia kerja. Bahkan perusahaan yang mencarinya. Mereka juga bisa mandiri membuka usaha. Inilah tujuan dari keberadaan BLK, membantu pemda dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan, agar masyarakat hidupnya sejahtera,”katanya.

Bacaan Lainnya

Kepala BLK Pangkep, Syahruddin menjelaskan, saat ini ada 11 kejuruan yang ada di BLK Pangkep. Proses pelatihan pun masih terus berlangsung hingga akhir tahun mendatang. “Alhamdulillah di tahun ini kita mendapatkan kucuran dana dari Bupati Pangkep senilai Rp1 miliar. Ini sejalan dengan RPJMD yang menyiapkan lapangan pekerjaan dengan program rumah siap kerja,” ujarnya. Ada pun 11 kegiatan pelatihan digelar, yakni kejuruan menjahit, pembuatan las SMAW3, service motor injeksi, kecantikan, tekhnisi handphone, instalasi bangunan, service AC, desain grafis, sablon dan kontruksi mebel.

Pelatihan akan berlangsung selama 30-45 hari. Setelah itu, peserta akan di uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Makassar. Selain itu, pelatihan secara terbatas diikuti setiap kejuruan dimana hanya 16 peserta dan pelaksanaannya pun menerapkan protokol kesehatan (Prokes), berupa mengenakan masker, menjaga jarak dan pengecekan suhu tubuh. “Kalau sumber dananya ini berasal dari APBD dan APBN. Jadi di pelatihan ini kita harapkan ada output bagi peserta untuk membuka usaha mandiri di rumahnya maupun di UMKM,”jelasnya.

Perwakilan BLK Makassar, Harif Hadi yang hadir dalam pembukaan tersebut mengungkapkan, BLK Makassar pun akan membuka ruang untuk menyiapkan kuota bagi daerah yang ingin mengirimkan calon tenaga kerjanya. “Kami siap mendukung program pemerintah dalam menyiapkan tenaga terampil. Kita membuka ruang ke seluruh daerah, termasuk di Pangkep,”singkatnya.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *