Kasus DBD Dikira Covid-19 Meningkat, Kadiskes Sidrap: Masyarakat Takut Melapor

  • Whatsapp
Kasus DBD Dikira Covid-19 Meningkat, Kadiskes Sidrap: Masyarakat Takut Melapor
Kadiskes Kabupaten Sidrap, H Basrah

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Sidrap,  H Basrah menyebut kasus Demam Berdarah (DBD) meningkat lima bulan terakhir di wilayahnya. Kendati begitu, kata Basrah, memasuki awal Juni mulai ada tren penurunan. “Berdasarkan data, setiap bulan mengalami peningkatan. Sejak bulan Januari ada 24 kasus, Februari ada 56 kasus, Maret 71 kasus, April 73 kasus, Mei 60 kasus, dan hingga saat ini 32 kasus. Sementara, periode Januari-Juni 4 orang meninggal dunia akibat DBD,”jelasnya, Selasa, 8 Juni 2021.

Basrah menduga, penyebab meningkatnya angka kasus DBD lantaran masyarakat takut berobat. Bahkan melaporkan ada kasus di wilayahnya mulai diserang demam. Sebab, kata dia, masyarakat takut dikira Covid-19. “Kami sudah menyampaikan ke 14 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sidrap untuk terus turun ke lapangan melakukan sosialisasi menghindari penyakit DBD,” tegasnya. Bahkan, kata dia, pihaknya sudah turun melakukan fogging di sejumlah tempat. “Jika ada laporan bahwa di wilayah itu ada kasus DBD maka kami segerah perintahkan petugas untuk melakukan fogging,” tandasnya. (ami)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *