Fokus Vaksinasi Lansia, Kecamatan Ujung Lakukan Ini

  • Whatsapp
Fokus Vaksinasi Lansia, Kecamatan Ujung Lakukan Ini
Camat Ujung Kota Parepare, Ardiansyah Arifuddin

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Pemerintah Kecamatan Ujung, Kota Parepare terus berupaya dalam mendoorong peningkatan pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia (Lansia). Salah satunya dengan berkolaborasi dengan pemerintah kelurahan, mulai ditingkat RT, RW, Posyandu, Babinsa dan Babinkantimas dengan intens melakukan sosialisasi. Camat Ujung Kota Parepare, Ardiansyah Arifuddin mengakui, memang masih terdapat lokasi yang tidak diketahui keberadaan para lansia yang belum di vaksin.
“Terkait vaksinasi terkhusus kategori lansia, kami sudah ada beberapa koordinasi untuk melakukan sosialisasi, baik ditingkat RT, RW Posyandu,”jelasnya.

Lansia yang belum melakukan vaksinasi, lanjut Ardiansyah, maka melalui kegiatan pengkaderan diharapkan peran dari kader TP PKK yang ikut pelatihan bisa memberikan edukasi dan pemahamanan ke masyarakat. “Jadi kader TP PKK diharap juga mampu memberikan pemahaman ke masyarakat,”katanya, usai mengikuti kegiatan latihan kader PKK yang dilaksankan di Balai Ainun Habibie, Kamis 17 Juni 2021.

Bacaan Lainnya

Saat ini untuk wilayah Kecamatan Ujung, jumlah lansia yang telah divaksin sekitar 100 orang. Maka, diharapkan dengan adanya pelatihan bagi para kader TP PKK dapat mendorong masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait vaksin utamanya kategori lansia, agar dapat memutus rantai Covid-19. “Kita akan mengumpulkan beberapa lansia untuk dilakukan vaksinasi. Lansia yag sudah di vaksin baru sekitar 100 orang,”ungkapnya.

Terpisah, Lurah Lapadde Sri Meiriany mengaku, pihaknya saat ini telah melakukan mobilisasi sosialisasi vaksin Covid-19, dan melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga sekitar wilayahnya bersama para RT, RW, PMK, Bimas Babinsa dengan Puskesmas. “Kita lakukan sosialisasi dengan menghalo-halo memotivasi masyarakat terutama yang lansia untuk menyukseskan vaksinasi sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian guna untuk memutus mata rantai Covid-19. Kami lakukan secara persuasif, seperti apa vaksin, seperti berita yang dikabarkan bahwa terjadi sesuatu usai divaksin. Maka hal seperti itu kami luruskan, butuh waktu, butuh pendekatan agar masyarakat hilang rasa kekhawatirannya, bahwa vaksin tidak seperti itu,”tutupnya.(ana/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *