DPRD Jeneponto Berguru Penyusunan RPJMD di Sidrap

  • Whatsapp
DPRD Jeneponto Berguru Penyusunan RPJMD di Sidrap
DPRD Jeneponto saat berkunjung ke Pemkab Sidrap terkait penyusunan RPJMD

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Jeneponto belajar penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rombongan anggota DPRD tersebut disambut di ruang Komisi III DPRD Sidrap, Selasa 15 Juni. Ketua Pansus DPRD Jeneponto, Hanapi Sewang mengatakan, kunjungan ke Sidrap untuk memperoleh gambaran dalam penyusunan RPJMD. “Kami berangkat atas nama pansus yang tergabung dari beberapa fraksi. Kami ingin belajar karena bulan ini kita tetapkan RPJMD,” kata Hanapi.

Selain itu, kata Hanapi, pihaknya juga ingin belajar meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menumbuhkan ekonomi dan infrastruktur. “Kita di Jeneponto tidak seperti Sidrap. Kami memiliki kondisi geografis yang kering. Kami tentu ingin belajar seperti apa penanganannya dan bagaimana cara mengentaskan kemiskinan sehingga IPM kita meningkat,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sidrap, Andi Muhammad Arsjad memaparkan konsep RPJMD di Sidrap. Dia mengatakan, proses penyusunan RPJMD dilakukan menjelang tahun kedua kepemimpinan Bupati Sidrap Dollah Mando pada September 2020. Penyusunan RPJMD Sidrap melibatkan tim ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. “RPJMD Sidrap selesai pada September 2020, kemudian Perda-nya pada April 2021. Tim ahli Unhas membantu kami melakukan penelahan. Tim ahli Unhas itu juga yang susun RPJMD Provinsi. Mereka yang kami libatkan,” kata Arsjad.

Dia menuturkan, skema penyusunan RPJMD Sidrap difokuskan untuk menopang pertanian. Salah satunya, kata dia, pihaknya membangun sejumlah irigasi dan jalan yang menopang pertanian. “Infrastruktur sekarang kita kurangi dan sekarang fokus ke pertanian. Kalau pun infrastruktur mau dibangun tapi menopang pertanian. Arah kebijakan untuk 2022, kita dorong untuk menguatkan sektor pertanian,” ucap dia.

Proses penyusunan RPJMD seharusnya menyentuh substansi masalah. Seperti,  untuk meningkatkan IPM semestinya memikirkan cara mengantisipasi angka putus sekolah. “Kita itu menyusun kegiatan seharusnya program yang mengarah ke inti masalahnya apa. Misalnya, untuk meningkatkan IPM, yah bagaimana caranya meminimalisir angka putus sekolah,” ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, sejumlah program yang dilakukan Pemkab Sidrap dalam mengentaskan kemiskinan. “Kita ada program bedah rumah, pengembangan UMKM. Itu semua kita sudah petakan untuk mengurangi kemiskinan. Kita juga bekerja sama dengan Unhas untuk melatih masyarakat bagaimana mengelola limbah eceng gondok agar menjadi berharga,” tandasnya. (ami/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *