DPMD Pangkep Studi Tiru ke Desa Kunyi, Ini Poinnya

  • Whatsapp
DPMD Pangkep Studi Tiru ke Desa Kunyi, Ini Poinnya

PAREPOS.CO.ID,POLMAN– Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Abdul Haris Has memimpin kunjungan studi tiru ke Desa Kunyi. Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Desa Kunyi merupakan salah satu desa yang ditetapkan sebagai desa percontohan dan tercatat sebagai desa inovasi nasional. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Kabid Pemdes) DPMD Pangkep, Zulfadli didampingi beberapa kabid DPMD dan perwakilan Kepala Desa dan Lurah.

Fadli mengakui, terdapat kelebihan yang dimiliki Desa Kunyi, sehingga menjadi lokasi kunjungan. Pemerintah Desa Kunyi melalui program Marasa, telah memotivasi warganya membuat kolam ikan air tawar di masing-masing rumah warga. “Nah, ini salah satu poin yang akan kita pelajari,”jelasnya, Jumat 25 Juni, kemarin. Selain program budidaya ikan air tawar. Tujuan lain dari kolam ikan tawar itu, dimaksudkan untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya penyakit stunting (kelahiran pendek). Salah satu penyebab terjadinya stunting karena kurangnya pasokan gizi bagi anak.

Bacaan Lainnya

Salah satu peserta studi tiru, Kepala Desa Mattiro Matae, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Rizal Idris mengakui, banyak manfaat yang kita dapat dalam kunjungan tersebut. Terdapat lima poin yang dapat kita petik dalam kunjungan itu diantaranya, pemanfaatan sumber mata air dimana warga sudah memanfaatkan air dari mata air gunung. Ada kolam ikan di setiap rumah, untuk memenuhi kebutuhan protein setiap rumah. Kolam di rumah warga bahkan dibuat dengan estetika tinggi. Dikelilingi rindang bunga-bunga dan tanaman khas yang menjuntai.

Selanjutnya, pemanfaatan pekarangan rumah dimana setiap rumah di desa ini juga menata pekarangannya agar tampak asri. Beragam tanaman pekarangan dan tanaman obat keluarga di tanam. Uniknya, warga di sana kreatif memanfaatkan limbah sebagai media menanam. Setiap rumah juga punya ternak. Dimana hampir semua warga desa Kunyi beternak ayam mau pun kambing. Hal ini, membuat warga memperoleh nilai tambah secara ekonomi dari hasil ternaknya. Lingkungan yang subur dan hijau sangat mendukung peternakan di Desa Kunyi. Warga dapat hidup mandiri dan berdaya.

Dan paling utama, kolaborasi dan partisipasi warga. Dimana menariknya, kekompakan warga di Desa Kunyi tidak diragukan lagi. Kolaborasi dan kerjasama antara warga dan pemerintah setempat, terutama ibu-ibu sangat baik dalam hal menata lingkungan desa.” Desa Kunyi ini memang berada pada kawasan hutan. Maka semua pihak perlu terlibat melakukan support kepada masyarakat agar hutan terus terjaga. Sebab, bila hutan terjaga, maka sumber air juga akan terjaga,”ungkap Rizal Idris yang dibenarkan Lurah Mappasaile, Wahid Perdana Putra.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *