Darurat Sampah, AMPB Gelar Unras di Polman

  • Whatsapp
Darurat Sampah, AMPB Gelar Unras di Polman

PARE POS CO.ID,POLMAN — Darurat sampah yang melanda wilayah Kabupaten Polman, hingga saat ini belum ada solusinya. Walaupun, saat ini TPA sampah di Desa Paku sudah di buka. Namun, masih menumpuknya sampah karena tak diangkut dan berserakan hingga menyebakan bau dimana-mana.

Gabungan mahasiswa yang mengatas namakan dirinya Aliansi Mahasiswa Polman Bergerak (AMPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Polman. Aksi digelar lantaran pemerintah daerah dinilai tidak memiliki keseriusan dalam menyelesaikan permasalahan sampah, dalam beberapa bulan terahir di Kabupaten Polman.

Bacaan Lainnya

Salah seorang massa aksi Ijan menyebutkan, sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat yang terdiri atas sampah rumah tangga maupun sampah sejenis sampah rumah tangga. Dalam PERDA NO 4 TAHUN 2018, yang diatur di dalam BAB IV tentang penyelenggaraan pengelolaan sampah, pengurangan sampah dan penanganan sampah yang diatur di dalam pasal 9,10 dan 11 sudah sangat jelas untuk menjadi acuan. ” Jika kita berbicara soal pengelolaan sampah, pengurangan dan penanganannya kami menganggap bahwa Dinas lingkungan hidup (DLHK) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Polewali Mandar belum ada keseriusan dalam pengelolahan sampah serta tidak memenuhi SOP yang ada,”ujarnya.

Perlu diketahui masyarakat, dalam perhari baik dari sampah rumah tangga, maupun sampah sejenis lainnya misalnya sampah perusahaan, sampah dari pasar maupun sampah yang mengandung racun dihasilkan berapa ton perhari. “Tapi hingga saat ini, pemerintah daerah belum juga mempunyai TPS dan TPA yang jelas. Maka tentunya sampah akan semakin menumpuk dan berserakan dimana-mana, dan itu akan sangat berakibat fatal bagi kesehatan serta gangguan-gangguan penyakit lainnya. Dan korbannya adalah masyarakat,”tegasnya.

Dari berbagai keresahan masyarakat yang sedang berkembang hari ini, tentang darurat sampah yang ada di Polewali Mandar . Itu, lanjut Ijan, merupakan keresahan kita semua karena ketidakbecusan pemerintah dalam menagani persoalan ini. “Jika Pemkab dan DLHK Polman tidak gerak cepat dalam penangan sampa.  Maka akan menimbulkan konflik-konflik horizontal di dalam masyarakat itu sendiri. Maka hal-hal seperti inilah yang perlu di perhitungkan supaya tidak terjadi hal-hal demikian,”jelas Ijan.

Dalam aksinya juga Massa menuntut agar pemerintah mempercepat penaganan sampah yang berserakan dimana-mana. Serta mendesak pemerintah membuat TPS skop kecamatan, mendorong pemerintah untuk segera membuat TPA dan
Memperjelas manajemen pemerintah untuk menangani pengelolaan sampah.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan pembangunan Polman Sukirman mengatakan, persoalan sampah ini telah ditangani oleh pemerintah meskipun tidak maksimal. Tapi itu telah menandakan jika pemerintah sudah berupaya untuk mengatasinya. “Sampah yang bertumpuk dimana-mana sudah kita angkut, sebab TPA yang ada di Desa Paku sudah bisa ditempati membuang sampah. Meskipun TPA tersebut hanya dibuka hingga Desember mendatang sesuai dengan kesepakatan bersama sambil mencari TPA yang baru,”tutup Sukirman saat menerima peserta aksi.(win/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *